KPU Angkut Logistik Pemilu Gunakan Helikopter TNI

Suasana pengangkutan logistik Pemilu menggunakan helikopter di kawasan perbatasan RI-Malaysia, dari Kampung Batu Majang ke Kecamatan Long Pahangai dan Kecamatan Long Apari, Minggu (14/4). (Ant)

MAHAKAM ULU – KPU Kabupaten Mahakam Ulu bekerja sama dengan TNI AD, untuk mengangkut paket logistik Pemilu 2019.

Ada 15 kotak suara, yang diangkut melalui jalur udara ke kawasan perbatasan. Pengangkutan menggunakan helikopter jenis Bell 412 EP 5183 milik Kodam VI/Mulawarman, yang bermarkas di Balikpapan.

“Distribusinya dilakukan Minggu (14/4/2019) pukul 13.45 WITA. Helikopter take off dari Helipad Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Mahulu, menuju Kecamatan Long Apari,” ungkap Komisioner KPU Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Saaluddin di Long Bagun, Minggu (14/4/2019).

Sebelum sampai ke Long Apari, helikopter tersebut mampir di Kecamatan Long Pahangai pukul 14.51 WITA untuk menyinggahkan Form C6-KPU. Kemudian dilanjutkan terbang ke Long Apari, mengantar logistik Pemilu untuk kampung paling hulu Sungai Mahakam.

Adapun logistik yang didistribusikan ke kawasan hulu menggunakan jalur udara itu adalah 241 lembar surat suara untuk TPS 1 di Kampung Long Apari, 214 lembar surat suara untuk TPS 2 di Kampung Long Apari, 161 lembar surat suara untuk TPS 1 di Kampung Naha Tifab. Total 616 lembar surat suara itu ada di satu paket dalam 15 kotak suara.

Komisioner KPU Mahulu, Florianus Nyurang, mengatakan, untuk distribusi logistik hanya bisa dilakukan satu kali karena anggaran dari KPU Provinsi Kalimantan Timur yang terbatas. Anggaran distribusi hanya sekira Rp500 juta, sehingga untuk TPS yang tersebar di kampung-kampung lain didistribusikan menggunakan kapal cepat speedboat atau longboat.

Menurut Nyurang, distribusi logistik dari Kecamatan Long Bagun ke kawasan hulu, sebenarnya lebih efektif menggunakan jalur udara, karena ekstremnya jalur sungai yang harus. Tim harus melewati riam yang membahayakan keselamatan, termasuk jalur darat yang belum bisa dilintasi.

Namun, untuk jalur udara terlalu tinggi biaya yang harus ditanggung sehingga tidak efisien. Dengan biaya Rp500 juta untuk satu kali penerbangan, hanya mampu mengangkut 15 kotak suara. Sehingga jika pengiriman dilakukan beberapa kali ke kawasan hulu Mahakam, biayanya menjadi cukup besar.

“Sebenarnya, kalau anggarannya ada, ya, gak masalah semua logistik pakai helikopter, namun karena keterbatasan anggaran inilah maka distribusi yang lainnya menggunakan speedboat dan longboat. Untuk distribusi logistik ke semua kampung di Mahulu hanya butuh anggaran sekitar Rp400 juta jika menggunakan jalur sungai,” tuturnya.

Jumlah kampung yang berada di dua kecamatan di hulu riam ada 23 kampung. 10 kampung di Kecamatan Long Apari dan 13 kampung di Kecamatan Long Pahangai. Berarti logistik yang diangkut menggunakan jalur sungai harus melalui riam ekstrem Mahakam. “Besok semua logistik untuk Kecamatan Long Pahangai dan Kecamatan Long Apari diangkut menggunakan jalur air. Total untuk dua kecamatan ini ada 152 kotak suara, dikurangi 15 kotak suara yang sudah diangkut lewat udara, berarti masih 137 kotak suara yang harus diangkut melalui jalur sungai,” jelas Nyurang. (Ant)

Lihat juga...