hut

KSU Derami Beri Pinjaman 3.086 Masyarakat Melalui Tabur Puja

Editor: Mahadeva

PADANG – Setelah lima tahun beroperasi, Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami) Padang, telah memberikan pinjaman modal kepada 3.086 masyarakat di Sumatera Barat.

Ketua Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang Padang Sayu Putu Ratniati/Foto: M. Noli Hendra

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, jumlah masyarakat yang diayomi KSU Derami melalui unit usaha Tabur Puja dari tahun ke tahun terus meningkat. Dari awalnya hanya sekira seribu orang terus naik dan hingga saat ini jumlahnya mencapai tiga ribu orang lebih.

Hal itu pertanda, keberadaan KSU Derami sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sistem pinjaman dana di Tabur Puja dinilai sangat memudahkan masyarakat untuk mengaksesnya. Syarat pengajuan pinjaman yang tidak rumit, dan nilai pembayaran kredit yang ringan, menjadi pendorong perkembangan tersebut.

“Namanya kita membantu keluarga kurang mampu, janganlah dipersulit. Nah, selama ini kita melakukan upaya agar pinjaman tidak disalahgunakan. Hal itu melalui rekomendasi ketua kelompok,  yang nantinya menjadi penjaminan sosialnya, yang bisa menyakinkan ke Asisten Kredit, berhak diterima atau tidak pengajuan pinjaman modal usahanya,” Jelas Ayu, Selasa (30/4/2019).

Jumlah anggota yang mencapai 3.086 orang di Kota Padang diyakini termasuk jumlah yang sedikit. Diperkirakn jumlah penduduk Kota Padang yang masih hidup di bawah garis kemiskinan jumlahnya lebih dari 3.086 orang. Hanya saja, keberadaan mereka belum semuanya bisa dijangkau oleh Tabur Puja. Ada pengajuan yang tidak bisa diterima, karena yang bersangkutan adalah mereka yang sudah terlilit hutang, atau masalah sosial lain.

Hal itu menjadikan Asisten Kredit tidak bakal menyetujui pengajuan pinjaman modal usaha yang dilakukan. “Di Padang ini persoalan itu sebenarnya banyak. Karena diterima atau tidaknya pengajuan itu tidak hanya selesai dari rekomendasi ketua kelompoknya, tetapi juga dilakukan survei ke rumah. Tujuannya guna memastikan kondisi yang mengajukan pinjaman,” tuturnya.

Asisten Kredit perlu mengetahui kondisi ekonomi keluarga yang mengajukan pinjaman. Apabila tergolong mampu, dipastikan pengajuan tidak akan diterima, karena target Tabur Puja menyasar keluarga kurang mampu. Begitu juga untuk keluarga kurang mampu, meskipun secara ekonomi tergolong ekonomi lemah. Tetapi apabila dililit persoalan hutang, maka Tabur Puja dengan terpaksa tidak menerima pengajuan pinjaman yang diberikan.

Kondisi yang demikian, tidak sesuai dengan harapan Tabur Puja, yakni mengentaskan kemiskinan. “Kita itu inginnya menumbuhkan pelaku usaha, bukan untuk memberikan pinjaman sebagai pembayar hutang. Seburuk apapun kondisi ekonominya, jika yang mengajukan tidak memiliki persoalan seperti hutang piutang, maka akan dibantu. Asisten Kredit akan menerima pengajuan pinjaman modal usahanya,” tandasnya.

Dengan sistem yang diterapkan, mereka yang telah menikmati pinjaman modal usaha Tabur Puja, kini kondisinya sudah semakin menggembirakan. Artinya, Tabur Puja telah berperan menumbuh kembangkan usaha-usaha baru di tengah masyarakat.

“Sama-sama berharap kita, semoga Tabur Puja selalu ada untuk masyarakat, terutama untuk masyarakat Kota Padang. Di Padang, daerah yang telah dijangkau Tabur Puja telah mencapai sembilan kecamatan dari 11 kecamatan yang ada. Ke depan jangkauan akan terus diperluas, untuk mengentaskan kemiskinan di Padang ini,” tegasnya.

Lihat juga...