hut

KSU Derami Menyapa Keluarga Kurang Mampu di Padang

Editor: Mahadeva

PADANG – Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami) Padang, konsisten merangkul keluarga kurang mampu di Sumatera Barat.

Ketua KSU Derami Padang Sayu Putu Ratniati/Foto: M. Noli Hendra

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, persoalan keluarga kurang mampu yang ada di Kota Padang, seakan tidak pernah berhenti. Hal itulah yang mendorong untuk terus melakukan pendekatan kepada masyarakat kurang mampu.

Pendekatan secara rutin dilakukan oleh Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). “Meski terjadi kemelut persoalan pemilu yang tengah hangat diperbincangkan masyarakat. Kita tetap konsisten turun ke lapangan. Tidak terpengaruh dengan kondisi kini, kita harus berjalan sesuai dengan target,” kata Ayu, Sabtu (20/4/2019).

Ayu menyebut, KSU Derami Padang belum lagi menghimpun data terbaru, jumlah masyarakat yang dibantu melalui unit usaha Tabur Puja. Akan tetapi, hingga Februari 2019, KSU Derami mencatat telah memberikan pinjaman modal usaha kepada sekira 3.000 orang kurang mampu.

“Yang kita bantu itu jelas, yang kurang mampu. Karena misi kita untuk mengentaskan kemiskinan. Alhamdulillah sejauh ini peran KSU Derami hingga tahun ke lima ini, banyak perubahan kondisi ekonomi keluarga, melalui usaha yang dijalaninya berkat diberi modal usaha,” tandasnya.

Penerima bantuan, adalah masyarakat dengan berbagai jenis usaha. Namun kategorinya kebanyakan usaha mikro seperti pedagang makanan di sekolah, pembuat snack untuk dititipkan di warung-warung, serta penjual gorengan dengan gerobak dorong. Namun, ada beberapa usaha yang telah berkembang menjadi usaha kecil, seperti usaha rumahan dan menjahit. Penyaluran pinjaman modal usaha bukan-lah dana yang diberikan secara gratis.

Berdasarkan aturan Yayasan Damandiri, uang yang dipinjamankan harus dikembalikan dengan sistem kredit dengan bunga sangat rendah. Jumlah pinjamannya juga cukup rendah, sehingga memudahkan masyarakat untuk membayarkan kredit.

Jumlah pinjaman memiliki tingkatan, untuk masyarakat yang mengajukan pinjaman dengan usaha kecil-kecilan, dimulai dari Rp1 juta dan Rp2 juta per-orang. Dalam perkembangannya, mengikuti perubahan kondisi ekonomi, pinjaman bertambah mencapai Rp5 juta per-orang.  “Jika ada yang mempertanyakan bukti peran KSU Derami terhadap perkembangan ekonomi dan turut mengurangi angka kemiskinan di Padang ya, jumlah pinjaman di angka yang besar, dan tidak terjadi tunggakan kredit,” sebutnya.

Ayu menyebut, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang menyebut, telah terjadi penurunan angka kemiskinan berdasarkan data 2018 sebesar 4,74 pesen. Dari penurunan tersebut, sedikit banyaknya terdapat peran KSU Derami.

Menurutnya BPS juga menyebutkan bahwa untuk pengukuran kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Dengan memandang kemiskinan sebagai ketidakmampuan, dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bahan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.  “Untuk sisi ini, kita telah membantu dan mendorong masyarakat menjalani usaha yang dapat menghasilkan uang. Sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” jelasnya.

Apalagi kemiskinan yang dihitung BPS dengan menggunakan data yang bersumber dari Survei Ekonomi Nasional (Susenas) modul konsumsi dan pengeluaran, dengan target sampel di Kota Padang sebanyak 760 rumah tangga.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com