hut

Lebak Siap Kirim Transmigran ke Nanggroe Aceh Darussalam

LEBAK  – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak membuka peluang kepada masyarakat di daerah itu untuk transmigrasi ke wilayah Kabupaten Simeulue, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

“Kita berharap peluang ini memberikan kesempatan bagi warga Lebak untuk mengubah kehidupan yang lebih baik bertransmigrasi,” kata Kepala Disnaker Kabupaten Lebak, Maman Suparman, di Lebak, Selasa.

Masyarakat Kabupaten Lebak yang mengikuti transmigrasi di beberapa daerah di Tanah Air banyak yang berhasil dengan mengelola usaha budi daya perikanan, pertanian, perkebunan, hingga perdagangan.

Keberhasilan para transmigran itu, kata dia, karena mereka memiliki keuletan dan kerja keras dalam mengelola usaha pertanian. Bahkan, pendapatan ekonomi mereka hingga puluhan juta per bulan.

Oleh karena itu, pihaknya membuka kesempatan warga setempat untuk bertransmigrasi ke Kabupaten Simeulue, Provinsi NAD.

Ia menjelaskan para calon transmigran menerima fasilitas di antaranya rumah tinggal sederhana dilengkapi sanitasi dan air bersih, serta memperoleh lahan pekarangan seluas 0,25 hektare.

Selain itu, diberikan lahan I dan II dengan total seluas 1,75 hektare dan memperoleh jaminan hidup selama 12 bulan.

“Kami siap melayani masyarakat jika warga berminat calon transmigran dapat mendatangi Kantor Disnaker Lebak Jalan Siliwangi Pasir Ona Rangkasbitung,” katanya.

Dia menjelaskan persyaratan calon transmigran itu antara lain warga negara Indonesia dan memiliki kartu tanda penduduk (KTP) serta berdomisili di Kabupaten Lebak.

Mereka juga harus sudah berkeluarga dan memiliki anak laki-laki usia dewasa. Mereka juga berusia antara 18 sampai 50 tahun dan memliki KTP dan KK, serta tidak terlibat masalah hukum.

Para calon transmigran itu minimal pendidikan SD dan bisa membaca dan menulis serta berhitung.

“Kami menerima laporan warga Lebak yang mendaftar calon transmigrasi ke NAD tercatat lima KK,” katanya.

Budiman (55), warga Kabupaten Lebak, mengaku siap menjadi peserta program transmigrasi ke Kabupaten Simeulue.

“Kami berharap menjadi transmigran itu bisa mengubah kehidupan ekonomi yang lebih baik karena menggarap lahan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...