LTSA Maumere Baru Melayani Lima Pekerja Migran

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPPMI) Maumere baru melayani lima orang Pekerja Migran.

Kantor yang berada di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Sikka tersebut, masih sepi sejak diresmikan Kamis (14/3/2019) lalu. Ke-lima calon pekerja migran tersebut berasal dari Desa Done, Kecamatan Magepanda.

Kepala dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Sikka Germanus Goleng. Foto : Ebed de Rosary

“Sejak peresmian baruada lima calon PMI yang memanfaatkan lembaga ini. Mereka melakukan pengurusan dokumen untuk bekerja di luar negeri secara legal,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Germanus Goleng, Kamis (4/4/2019).

Ke-lima calon pekerja migran tersebut, semuanya adalah ibu rumah tangga. Mereka akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia. Para calon pekerja migran tersebut, akan menjalani pelatihan di BLK Kupang, dan akan berangkat ke Malaysia dari Kupang. “Kelima calon PMI ini direkrut oleh PT Anugerah Brantas Cabang Maumere. Mereka menjalani pelatihan sebagai penata rumah tangga di rumah majikan. LTSA ini melayani delapan kabupaten di Pulau Flores dan Kabupaten Lembata,” jelasnya.

Germanus berharap, keberadaan LTSA bisa lebih disosialisasikan lagi, terutama oleh Dinas Tenaga Kerja di kabupaten lain.

Sisilia Sona, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTT, kepada Cendana News mengatakan, hadirnya LTSA di Maumere dan beberapa kota di NTT, merupakan jawaban dari pemerintah terkait persoalan ketenagakerjaan di NTT.

“LTSA akan mempermudah proses pengiriman dan penempatan Pekerja Migran Indonesia di luar negeri. Di NTT ada empat LTSA, dimana satu di provinsi, satu di Kabupaten Kupang melayani seluruh wilayah di daratan Timor, satu di Sumba melayani seluruh kabupaten yang ada di Sumba dan satu di Maumere melayani wilayah Flores sampai Lembata,” jelasnya.

Sisilia berharap, LTSA di NTT bisa menjawab permasalahan pekerja migran ilegal yang selama ini marak di NTT. Diharapkan peran LTSA bisa maksimal memberikan pelayanan kepada calon pekerja migran.

Lusia Re (26), dari Desa Done, Kecamatan Magepanda yang akan berangkat bekerja ke Malaysia Barat, mengaku terbantu dengan adanya LTSA di Maumere. Dirinya ingin bekerja sebagai pembantu rumah tangga bersama empat teman lainnya.

“Saya sudah mendapatkan pelatihan terkait pekerjaan rumah tangga, dan segala surat-surat dan dokumen juga telah diurus di LTSA. Kami akan diberangkat ke Malaysia oleh PT. Anugerah Diantas yang memiliki kantor di Maumere,” ungkapnya.

Lusia bekerja ke luar negeri untuk memperbaiki ekonomi rumah tangga. Perempuan yang telah menikah dan memiliki seorang anak berusia enam tahun tersebut, mengaku diberi tahu mendapatkan gaji 1.100 Ringgit Malaysia jika libur di hari minggu.

Sementara bila tidak libur, digaji 1.200 Ringgit Malaysia. “Kami juga akan diberangkatkan ke Kupang untuk pelatihan di BLK lagi. Katanya, nanti berangkatnya dari Kupang. Saya senang karena bisa bekerja secara resmi, dan nama kita terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTT dan di kabupaten,” pungkasnya.

Lihat juga...