Majukan UMKM, Peracik Kopi di Purbalingga Dapat Pelatihan

Editor: Satmoko Budi Santoso

205

PURBALINGGA – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop UMKM) Kabupaten Purbalingga terus berupaya untuk memajukan segala jenis UMKM. Salah satu yang menjadi perhatian adalah para pengusaha kopi, mengingat sekarang ini kopi sudah menjadi gaya hidup.

Penikmat kopi di Kabupaten Purbalingga sudah sangat banyak, kedai-kedai kopi juga tidak pernah sepi dari pengunjung. Atas dasar itulah, Dinkop UMKM tergerak untuk meningkatkan kualitas penyajian dan rasa kopi dengan cara menggelar pelatihan.

Kabid UKM Dinkop UMKM Kabupaten Purbalingga, Adi Purwanto. Foto: Hermiana E. Effendi

“Kita ingin agar pengetahuan dan kemahiran para barista dalam hal peracikan kopi meningkat. Hal ini sekaligus juga meningkatkan UMKM kopi di sini. Karena itu kita mengundang maestro kopi yang sudah ternama, Ashari Kimiawan untuk memberikan pelatihan kepada mereka,” kata Kabid UKM Dinkop UMKM Kabupaten Purbalingga, Adi Purwanto, Selasa (16/4/2019).

Lebih lanjut Adi Purwanto menjelaskan, Purbalingga sangat berpotensi untuk pengembangan usaha kopi, karena mempunyai sentra kopi yang cukup terkenal.

Antara lain Kopi Gunung Malang yang merupakan kopi jenis arabika, kemudian Kopi Sigontak dan Kopi Karangjambu yang merupakan jenis kopi robusta. Penjualan kopi di Purbalingga sedang ramai, baik yang datang langsung ke kedai-kedai kopi atau pun penjualan kopi bubuk melalui media online.

“Minum kopi sudah menjadi gaya hidup, termasuk di Purbalingga, sehingga prospek usaha kopi ke depan mempunyai tempat. Terlebih kita memiliki sentra kopi dan ada tiga jenis kopi yang sudah cukup dikenal, sehingga sangat memungkinkan untuk pengembangan usaha kopi di sini,” terangnya.

Sementara itu, para barista Purbalingga dari berbagai wilayah, seperti Siwarak, Langkap, Gondang, Sirandu, Karangjambu, Kutasari dan lainnya, dengan bersemangat mengikuti pelatihan yang dipandu langsung oleh Ashari Kimiawan.

Pada kesempatan tersebut, Ashari menyatakan, bahwa barista harus mempunyai kepekaan dalam mengolah dan menyajikan kopi.

“Kepekaan dalam mengolah kopi ini sangat penting, karena akan berpengaruh pada rasa. Begitu pula dalam penyajian. Barista harus terus berlatih supaya bisa menyajikan kopi secara profesional serta memiliki keahlian untuk meracik kopi-kopi yang melibatkan berbagai macam campuran dan rasio,” tuturnya.

Dalam pelatihan, para barista Purbalingga juga diberi kesempatan untuk praktik secara langsung di bawah bimbingan Ashari Kimiawan. Mulai dari mengolah kopi, meracik hingga menyajikan.

 

Lihat juga...