Maluku Minta Bantuan Pengembangan Industri Kelapa

Ilustrasi -Dok: CDN

AMBON – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku, Elvis Patiselano, mengaku telah menghadap ke kementerian terkait untuk meminta bantuan bagi industri kecil pengolahan kelapa terpadu.

“Saya usulkan kementerian bantu Maluku dengan peralatan-peralatan sekaligus bimbingan teknis (bimtek) bagi para petani di daerah ini, agar bisa kembangkan hasil panen kelapa dengan usaha yang lain bukan saja membuat kopra,” katanya, di Ambon, Maluku, Sabtu (13/4/2019).

Menurut dia, industri bisa mengolah buah kelapa, mulai dari pemanfaatan sabut hingga santannya untuk dijadikan minyak goreng maupun berbagai jenis bahan makanan jadi, termasuk kopra.

Dikatakan, sudah ada jawaban dari kementerian yang akan mengerahkan petugas untuk turun langsung memberikan bimtek sekaligus memberikan bantuan peralatan.

“Karena itu, Disperindag Maluku sekarang ini sedang mengkaji, kabupaten mana yang akan diprioritaskan untuk menerima bantuan tersebut. Kalau berjalan bagus, tahun depan bisa diusulkan untuk kabupaten lainnya,” kata Elvis.

Ia mengakui, harga kopra di Maluku sekarang jauh di bawah harapan para petani, hanya Rp3.800 per kilogram.

“Saya mau sampaikan kepada petani, bahwa kita di dinas juga memahami itu. Namun tidak bisa berbuat banyak, sebab kopra merupakan komoditas yang tidak diatur tata niaga maupun HET (Harga Eceran Tertinggi)-nya,” ujarnya.

Menurut Elvis, harga kopra mengikuti mekanisme pasar. Bila kebutuhan kopra oleh pengusaha meningkat, maka harga akan naik. Namun sebaliknya, bila kebutuhan kopra sedikit, maka harga akan turun. (Ant)

Lihat juga...