hut

Mamiek Soeharto: Malaka Harus Lebih Maju

Editor: Satmoko Budi Santoso

MALAKA – Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek Soeharto membangkitkan semangat para calon legislatif (caleg) Partai Berkarya dan para relawan pada rangkaian kampanye di Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Putri bungsu Presiden Kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto itu, menggelorakan yel-yel Berkarya yang diikuti oleh para caleg, relawan dan masyarakat yang hadir.

Suasana terlihat hangat dengan balutan kobaran semangat membuktikan perjuangan Partai Berkarya untuk mewujudkan perubahan Indonesia adil dan makmur.

“Alhamdulillah, Malaka ini daerah termuda di NTT, tapi bisa dimasukin Partai Berkarya. Banyak caleg dari Malaka, dan lolos tidak kena diskualifikasi. Tinggal selangkah lagi bisa masuk parlemen. Insyaallah, amin,” kata Mamiek Soeharto, saat menyapa para caleg dan masyarakat.

Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto), Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto) dan Danty Rukmana pada rangkaian kampanye Partai Berkarya di Desa Litamali, Kobalima, Malaka, NTT, Kamis (11/4/2019). Foto: Koni.

Mamiek Soeharto mengingatkan agar para caleg DPR RI dan DPRD berkomitmen untuk bertugas mensejahterakan masyarakat Malaka. Apalagi mereka sudah berusaha kerja keras untuk membentuk Partai Berkarya di tempat itu.

Dengan dukungan masyarakat, Mamiek Soeharto berharap semoga Partai Berkarya bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Malaka harus lebih maju lagi. Nggak boleh ada impor lagi, semua harus produk dalam negeri,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto, mengingatkan warga Malaka yang telah memiliki hak pilih, agar dapat menggunakan hak pilih untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan mencoblos pada saat pemilu berlangsung. Yakni pada tanggal 17 April mendatang, tepatnya hari Rabu.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu, mau memilih yang lebih baik atau begini saja?” tanya Tutut. Dengan kompak dijawab, “Kami ingin perubahan, Bu.”

“Kalau ingin perubahan, pilih Partai Berkarya nomor 7, dan presidennya nomor 2, ya,” kata Tutut Soeharto disambut antusias hadirin.

Putri sulung Presiden Soeharto kembali mengingatkan, yakni sebelum masuk bilik suara, perhatikan terlebih dahulu kertas yang diberikan panitia.

Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto) bersama para caleg Partai Berkarya. Foto: Koni.

“Tolong periksa di depan panitia, apakah kertas itu ada kerusakan atau tidak. Kalau rusak sedikit saja, itu tidak dihitung. Jadi kita yang rugi,” tukasnya.

Oleh karena itu, kata istri Indra Rukmana, harus waspada dengan terlebih dulu memeriksa kertas tersebut.

“Periksa masih mulus atau tidak. Kalau tidak ada cacat, silakan masuk bilik suara, baru tusuk nomor 7 dan 2. Jadi jangan sampai ada kerusakan sebelum kita masuk,” ujarnya.

Tutut Soeharto juga meminta warga Malaka untuk ikut mengawasi jalannya Pemilu. Baik saat proses pencoblosan maupun penghitungan suara pada 17 April mendatang.

“Kalau sudah nyoblos, jangan langsung pulang. Kita ikut awasi dulu, kalau ada yang curang difoto dan laporkan,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!