Masa Tenang, Masyarakat Sumbar Diminta Waspada Politik Uang

Editor: Satmoko Budi Santoso

PESISIR SELATAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menggelar Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang, Jumat, 12 April 2019.

Apel ini menindaklanjuti Surat Edaran Ketua Bawaslu RI Nomor 0711/K.Bawaslu/PM.o1.oo/3/2019 perihal Kegiatan Patroli Pengawasan Anti Politik Uang pada masa tenang pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kab/Kota, Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019.

Komisioner Bawaslu Pesisir Selatan, Yeni Rahma Sari, mengatakan, apel tersebut bentuk upaya Bawaslu mensosialisasikan kepada sejumlah aparat yang terlibat dalam Pemilu 2019.

Hal yang perlu diawasi ialah adanya politik uang di masa tenang sebelum hari pencoblosan dilaksanakan. Sehubungan dengan kegiatan tersebut terdapat beberapa persiapan yang mesti dilakukan.

Komisioner Bawaslu Pesisir Selatan, Yeni Rahma Sari, bersama komisioner lainnya menggelar rapat sebelum dimulainya Apel Patroli Politik Uang di Painan, Pesisir Selatan/Foto: M. Noli Hendra

“Kami harapkan kerjasama dari Dinas Kominfo untuk menyebarkan informasi tersebut melalui Mobil Penerangan (Mopen), Radio, ataupun melalui Website, untuk menyampaikan kepada masyarakat jangan mau terlibat dalam politik uang,” katanya, Jumat (12/4/2019).

Kegiatan apel dilakukan dengan cara berjalan kaki dengan rute start dari Kantor Bawaslu Pesisir Selatan menuju jalur dua Painan dan finish kembali di Kantor Bawaslu. Kegiatan tersebut turut melibatkan masyarakat dan kegiatan itu juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Lebih jauh dijelaskannya, kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar jangan sampai tergoda dengan iming-iming uang untuk memilih kandidat tertentu.

“Pada saat Minggu tenang tepatnya pada tanggal 14 sampai 16 April, sering dipergunakan oleh kandidat untuk mencari simpatisan dan demi menekan aktivitas beredarnya politik uang, diimbau kepada masyarakat untuk tidak ikut tergoda, pilihlah kandidat sesuai dengan visi dan misi yang diusung,” katanya.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, juga meminta kepada masyarakat agar jangan tergoda dengan politik uang. Bahkan Hendrajoni berharap, masyarakat ikut mengawal penyelenggaraan Pemilu 2019.

Hal ini dianggap penting, karena sangat dikhawatirkan dengan adanya politik uang, hanya akan dapat mengantarkan orang kaya yang duduk ke kursi parlemen. Padahal di parlemen membutuhkan orang yang cerdas, bukan orang yang kaya.

“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat agar ikut mengawal pelaksanaan Pemilu 2019, menghindari  politik uang dan segala bentuk kecurangan. Bila ditemukan pelanggaran, maka masyarakat diminta melaporkan kepada aparat berwenang untuk ditindaklanjuti secara hukum,” ujarnya.

Bupati juga menginstruksikan kepada camat agar mengajak masyarakat di wilayah kerjanya untuk datang ke TPS menyalurkan hak pilih untuk memilih calon presiden dan calon wakil presiden, calon anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, pada hari Rabu, 17 April 2019  mendatang.

Tidak hanya itu, Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Fery Herlambang, menyatakan, pihaknya bakal menjamin keamanan dan kenyamanan pemilih dalam memberikan hak pilihnya di TPS. Kemudian tidak ada intervensi dari pihak manapun kepada pemilih. Penyelenggaraan Pemilu harus berjalan lancar, aman dan damai.

“Kami menjamin keamanan dan kenyamanan bagi pemilih dalam memberikan hak pilih di TPS. Kemudian tidak ada intervensi dari pihak mana pun kepada pemilih. Penyelenggaraan Pemilu harus berjalan lancar, aman dan damai. Bila ditemukan praktik kecurangan, maka akan ditindaklanjuti sesuai hukum berlaku,” tegasnya.

Sementara, Dandim 0311 Pesisir Selatan, Letkol Kav. Edwin, menyebutkan, Kodim 0311 Pesisir Selatan telah menyiapkan Satgas Pam Pemilu sebanyak 90 personel sebagai back up. Kemudian Siaga Pam Pemilu membagikan buku saku ke tiap-tiap Babinsa tentang pengamanan Pemilu.

“Kita juga berharap Pemilu 2019 berjalan aman dan lancar, serta bersih dari tindakan kecurangan dan intervensi dari pihak mana pun. Masyarakat juga diminta datang ke TPS memberikan hak pilih,” ucapnya.

Sedangkan Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pesisir Selatan, Evafauza Yuliasman Mansarin, menegaskan, Disdukcapil tetap membuka pelayanan kependudukan dan catatan sipil pada hari “H” Pemilu kepada masyarakat pemilih.

“Ya, kita tetap buka pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil, sekaligus melayani proses e- KTP kepada masyarakat. Kemudan Unit Kerja Layanan (UKL) lima hari sebelum hari H memberikan surat keterangan kepada masyarakat yang belum memiliki KTP agar tetap bisa memilih,” jelasnya.

Lihat juga...