Menristekdikti Melantik Sejumlah Rektor PTN

Menristekdikti Mohamad Nasir melantik sejumlah pejabat di Jakarta, Jumat (12/4/2019) ( Foto Ant)

JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, melantik sejumlah rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Rektor yang dilantik antara lain, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Jamal Wiwoho, Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Garuda Wiko, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) I Nyoman Jampel, Rektor Insitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Mukhamad Agus Burhan, Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Akhsan Djalaluddin, dan Direktur Politeknik Negerl Lhokseumawe (PNL) Rizal Syahyadi.

Pejabat lain yang juga dilantik dalam waktu bersamaan, Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Anondho Wijanarko, dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Didi Achjari. “Jabatan adalah amanah. Jabatan bukan satu-satunya hal. Oleh karena amanah, laksanakan amanah itu sebaik-baiknya untuk institusi yang saudara pimpin semuanya,” pesan Menristekdikti Mohamad Nasir, dalam kesempatan tersebut.

Nasir, dalam kesempatan tersebut meminta kepada para pejabat baru tersebut, untuk mengurangi konflik dan masalah di dalam lembaga yang dipimpinnya. Para pejabat diminta fokus pada tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan masyarakat.

“Saya menekankan, untuk bekerja sama dengan lingkungan yang ada di dalamnya, untuk mencapai tujuan universitas, institut, dan politeknik. Ini sangat penting, untuk memajukan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta yang ada di Indonesia. Yang menjadi perhatian kita adalah masalah tata kelola universitas yang baik,” ujarnya.

Dalam tata kelola universitas yang baik, disebutkannya ada empat elemen utama, yaitu transparansi, kehati-hatian, akuntabilitas, dan bertanggung jawab. Sebagai pemimpin dari Institusi, para rektor harus dapat beradaptasi dengan perkembangan global yang dinamis. Saat ini pemimpin tidak bisa lagi berdiam diri dan bersikap konservatif.

Harus selalu membuka diri untuk beradaptasi terhadap lingkungan baru yang selalu berubah, menyesuaikan pada perkembangan zaman. “Tugas para pemimpin Institusi untuk memajukan institusi tersebut, antara lain dengan menaikkan peringkat Institusi dan mendorong riset, teknologi dan inovasi melalui peningkatan jumlah publikasi, penelitian terapan atau inovasi, mendorong para inovator untuk pencapaian paten dan mendorong jiwa kewirausahaan dari para anak didiknya,” tutur Nasir.

Mahasiswa juga harus didorong untuk menjadi seorang inovator juga, sedangkan publikasi tidak boleh hanya disimpan di laci maupun di perpustakaan. (Ant)

Lihat juga...