Menteri Agama Kecam Keras Teror Bom di Sri Lanka

Editor: Satmoko Budi Santoso

Selain itu dia mengingatkan para pengguna media sosial agar tidak terpancing dan turut menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Hindari menebar hoaks seputar tragedi Sri Lanka. Penyebaran hoaks itulah yang diharapkan pelaku untuk menebar teror dan rasa takut,” tandasnya.

Sedangkan Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) mendukung pemerintah RI melakukan langkah-langkah diplomatis membantu memulihkan keamanan dan membangun solidaritas kemanusiaan masyarakat dunia untuk warga Srilanka.

Menurut dia, peledakan bom di gereja dan hotel di Srilanka adalah kejahatan terorisme yang melawan nilai kemanusiaan dan bertentangan dengan ajaran agama.

“Dalam kehidupan masyarakat beradab, pelaku pengeboman bukan pahlawan dan dalam pandangan Islam mereka tidak mati syahid. Kita dan masyarakat dunia mengutuk perbuatan seperti itu,” ujarnya melalui pesan singkat.

Dia meminta untuk menghargai perbedaan, menjunjung tinggi martabat kemanusiaan. Menjaga kelangsungan hidup setiap manusia adalah beberapa prinsip utama yang dipegang teguh oleh seluruh masyarakat dunia, apa pun agama dan ideologi yang dianut.

“Agama dan ideologi harus dikembangkan untuk mewujudkan perdamaian dunia dan kehidupan masyarakat yang harmonis. Bukan dijadikan sumber dan alasan untuk menegasikan entitas lain yang berbeda,” jelasnya.

Dia mendukung pemerintah RI, untuk melakukan langkah-langkah diplomatis membantu memulihkan keamanan dan membangun solidaritas kemanusiaan masyarakat dunia untuk warga Srilanka.

Sebelumnya diberitahukan telah terjadi ledakan di gereja dan hotel mewah di Sri Lanka, Minggu 21 April 2019.

Lihat juga...