Minggu Dini Hari, Gunung Merapi Kembali Meluncurkan Awan Panas Guguran

Arsip - Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (15/1/2019) dini hari. (Ant)

YOGYAKARTA – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, kembali meluncurkan awan panas guguran pada Minggu (14/4/2019) dini hari.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengatakan, awan panas guguran terjadi pada pukul 01.42 WIB. Awan panas meluncur mengarah ke hulu Kali Gendol, dengan jarak luncur 1.000 meter. Berdasarkan periode pengamatan pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, gunung teraktif di Indonesia itu mengalami satu kali gempa awan panas guguran, dengan amplitudo 55 mm. Gempa terjadi selama 107 detik. Kemudian ada tiga kali gempa guguran dengan amplitudo lima mm sampai 25 mm selama 52 sampai 87 detik.

Pada pengamatan visual, menunjukkan dari kawah gunung itu keluar asap tebal berwarna putih, dengan tinggi 20 meter di atas puncak kawah. Angin di gunung itu bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut dan barat laut. Suhu udara dikisaran 17 hingga 21 derajat Celsius, dengan kelembaban udara 63 hingga 88 persen, dan tekanan udara 654-709 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada, dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau, warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi, dan menyarankan warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol waspada karena jarak guguran awan panas semakin jauh. (Ant)

Lihat juga...