Muhammadiyah Ajak Masyarakat Hormati Perbedaan Pilihan

Editor: Mahadeva

229

PURWOKERTO – Menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019, Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak masyarakat untuk menghormati perbedaan pilihan. Sikap dewasa, toleran dan tidak saling merendahkan sangat dibutuhkan, untuk menurunkan tensi politik yang selama kampanye mulai memanas.

Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

“Jangan sampai saling merendahkan, apalagi saling bermusuhan hanya karena perbedaan pilihan politik, karena pilihan itu berkaitan dengan kesadaran setiap orang dan hak setiap orang, sehingga tidak bisa dipaksankan, maka hormatilah,” pesan Haedar usai menghadiri acara pelantikan Dr Anjar Nugroho sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu (13/4/2019).

Haedar menegaskan, siapapun yang akan mendapatkan mandat dari rakyat dipastikannya memiliki tujuan yang sama, untuk kepentingan bangsa dan mewujudkan cita-cita bangsa. Sehingga tidak pada tempatnya, jika perbedaan pilihan menimbulkan perpecahan.

Terkait UMP sebagai kampus yang berkembang pesat di Kota Purwokerto, Haedar menegaskan, sesuai dengan misi Muhammadiyah, UMP harus menjadi kekuatan penggerak misi dakwah. Harus menjadi pusat keunggulan, untuk memajukan masyarakat serta menjadi sentra pencerahan, termasuk dalam hal politik.

“Kita mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan hak pilih, jangan golput dan pilihnya sesuai hati nurani masing-masing. Kepada penyelenggara pemilu, KPU harus betul-betul seksama menjalankan tugas sesuai dengan konstitusi, sehingga terselenggara pemilu yang jurdil dan transparan. KPU juga harus mampu menjadikan demokrasi yang membangun kebersamaan dalam bangsa ini. Bawaslu juga harus menjalankan fungsi kontrol, berdiri tegak di atas semua golongan dan bersikap adil,” pesannya.

Kepada para kontestan, calon serta pendukung dan tim sukses, Haedar mengajak untuk memanfaatkan waktu menjelang pencoblosan, dengan menciptakan suasana yang damai dan kondusif. Jika selama kampanye terjadi gesekan, adu argumen, hingga saling menghujat. Maka di masa tenang, semua pihak harus menurunkan tensi politik. Tidak perlu melakukan pergerakan-pergerakan, yang akan membuat suasana menjadi tidak kondusif.

“Dan untuk siapapun yang nantinya keluar sebagai pemenang dengan mengantongi mandat dari rakyat, sebaiknya tidak bersikap arogan dan tetap rendah hati. Dan untuk yang kalah, harus menerima dengan jiwa besar, menghormati hasil pilihan rakyat, kalau toh ada rasa tidak puas, tempuh mekanisme hukum yang ada, dan tidak perlu melakukan ikhtiar dengan memobilisasi massa,” pungkasnya.

Sabtu (13/4/2019) dilakukan pelantikan Rektor UMP oleh Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Dr Muhamad Syamsudin. Dr Anjar dilantik sebagai rektor periode 2019-2023. Sebelum dilantik menjadi rektor, Dr Anjar menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UMP.

Lihat juga...