hut

Nasabah Tabur Puja di Desa Argomulyo, Terus Bertambah

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Pelan tapi pasti, jumlah pemanfaat bantuan modal usaha melalui unit simpan pinjam Tabur Puja di Desa Mandiri Lestari, Argomulyo, Sedayu, Bantul, terus meningkat setiap bulannya.

Di kelompok sub unit Tabur Puja, Anugerah Mandiri Dusun Kemusuk Kidul dan Dusun Srontakan, jumlah pemanfaat Tabur Puja saat ini telah mencapai 46 orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 50 persen dari jumlah sebelumnya pada akhir 2018.

Ketua Sub Unit Tabur Puja Anugerah Mandiri, Wahyu Nurlina, mengatakan pada November 2018, jumlah anggota atau pemanfaat dana Tabur Puja di sub unit Anugerah Mandiri baru 33 orang.

Seluruh anggota itu tergabung dalam 6 kelompok kecil, masing-masing terdiri dari 6-13 orang. Mereka mayoritas merupakan para pelaku usaha kecil maupun pedagang skala rumahan yang ada di dua dusun, yakni di Kemusuk Kidul dan Srontakan.

“Pada 2018, jumlah keseluruhan anggota baru mencapai 33 orang. Tapi, sekarang sampai April 2019 ini jumlah anggota sudah bertambah menjadi 46 anggota. Ini menunjukkan semakin banyak warga yang berminat memanfaatkan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja,” katanya, Selasa (30/4/2019).

Kelompok Sub Unit Tabur Puja Anugerah Mandiri, merupakan satu dari lima unit sub unit Kelompok Tabur Puja yang didirikan KUD Sahabat Damandiri Argomulyo di Desa Mandiri Lestari, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Kelompok Koperasi Tabur Puja ini didirikan sebagai bagian program Desa Mandiri Lestari untuk membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu dalam hal permodalan.

“Kita mendapatkan alokasi dana dari Koperasi sebesar Rp200juta. Dana itu kita gulirkan kepada warga kurang mampu untuk modal usaha. Setiap anggota kita beri pinjaman modal senilai Rp2 juta per orang. Mereka bisa membuat kelompok kecil dengan memilih anggota sendiri. Karena sistemnya tanggung renteng, setiap kelompok bertanggung jawab atas semua anggota,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, sampai saat ini diketahui tidak ada kendala berarti dalam pengguliran dana pinjaman tersebut. Seluruh anggota di tiap kelompok secara tertib membayar cicilan bulanan. Terlebih dalam sistem tanggung renteng, ada sistem di mana setiap anggota akan diminta menabung Rp10 ribu setiap kali membayar cicilan pinjaman. Sehingga uang tabungan itu bisa digunakan untuk menalangi, bila ada anggota kelompok yang telat membayar cicilan.

“Sampai saat ini kita terus berupaya memperluas pemanfaatannya. Karena adanya pinjaman Tabur Puja ini sangat membantu masyarakat. Sebab, dibandingkan pinjaman lain bunganya lebih ringan. Hanya sekitar 15 persen. Lebih ringan dibandingkan pinjaman lain yang mencapai 18 persen. Selain itu, prosesnya juga sangat mudah. Hanya fotokopi KTP dan KK, tanpa jaminan, dan sebagainya,” ungkapnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!