hut

OJK Kediri Galakkan Sosialisasi Literasi Keuangan

KEDIRI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, terus meningkatkan literasi serta inklusi keuangan sebagai bagian mengenalkan produk jasa keuangan kepada masyarakat.

Kepala OJK Kediri, Bambang Supriyanto,  mengemukakan, saat ini tingkat inklusi hanya 60 persen penduduk dewasa yang memiliki rekening di bank.

“Salah satu sasaran strategis dari OJK secara nasional yaitu meningkatkan inklusi keuangan masyarakat menjadi 75 persen pada 2019 ini, ” kata dia di Kediri, Minggu.

Ia mengatakan, OJK telah mempunyai berbagai macam strategi dalam meningkatkan tingkat inklusi keuangan di antaranya mempermudah akses pedagang di pasar kepada lembaga jasa keuangan, bekerja sama dengan industri jasa keuangan melakukan edukasi ke sekolah-sekolah hingga inisiasi kerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait yang tergabung dalam tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD).

“Sejak awal tahun sampai Maret 2019 ini, kami telah melakukan 12 kegiatan sosialisasi dan edukasi dengan peserta mencapai 2.100 orang yang terdiri dari berbagai kalangan baik siswa, guru, UMKM, perangkat daerah, hingga masyarakat umum,” kata dia.

Ia menambahkan, OJK juga menggandeng jurnalis dalam sosialisasi. Peran mereka juga dinilai penting agar masyarakat lebih memahami terkait dengan literasi serta inklusi keuangan.

Ia juga meminta agar masyarakat berhati-hati dengan berbagai transaksi keuangan terutama lewat dalam jaringan (daring), mengingat kini sekitar 90 persen transaksi keuangan di perbankan dilakukan lewat digital.

“Media juga berperan dalam mendukung kegiatan OJK, salah satunya meningkatkan kewaspadaan dalam bertransaksi lewat daring,” kata dia.

Sementara itu, pihaknya juga menilai perkembangan ekonomi di Kediri bagus. Di Kota Kediri ada lebih dari 31 ribu usaha kecil menengah yang aktif dan lebih dari 5 ribu usaha mikro yang tersebar di sejumlah pasar kota ini.

Di Kota Kediri juga memiliki basis pondok pesantren serta komunitas keagamaan dengan anggota cukup besar.

Potensi di pondok pesantren itu bisa dikembangkan nantinya terdapat lembaga keuangan berbasis syariah demi meningkatkan akses keuangan syariah dan kemajuan ekonomi syariah khususnya di Kota Kediri. Dengan itu pula, literasi serta inklusi keuangan juga penting menjadi pengetahuan bagi para santri. (Ant)

Lihat juga...