Oncidium Golden Shower yang Memukau di Taman Buah Mekarsari

Golden Shower jenis bunga kecil koleksi Nursery Taman Buah Mekarsari - foto Ranny Supusepa

JAKARTA – Anggrek Golden Shower, merupakan salah satu jenis anggrek Oncidium. Golden Shower, bercirikan callus yang tebal dan lip yang lebih besar dari ornamen bunganya lainnya, seperti setal dan petal.

Oncidium merupakan tumbuhan simpodial, yang tumbuh secara epifit, litofit maupun terestrial. Staf Agro Taman Buah Mekarsari, Sodikin, menyebut, ciri khas Golden Shower adalah bunganya yang berwarna kuning dan tumbuh bergerombol di batang.

Batangnya mampu mencapai panjang satu meter. “Golden Shower ini termasuk Oncidium yang bertangkai panjang dan melengkung menggantung. Dan tangkai bunga ini, yang bertumbuh di bulb, hanya akan berbunga sekali saja lalu mati atau simpodial,” kata Sodikin, di Area Nursery Taman Buah Mekarsari, Minggu (21/4/2019).

Bulb atau pseudobulb merupakan bagian di tanaman anggrek yang berfungsi untuk menyimpan makanan dan air. “Bulb Oncidium ini beraneka ragam bentuk dan ukuran. Tapi rizoma-nya semua sama, pendek. Pertumbuhan bulb ini diawali dengan pelepasan atau selubung dengan daun kecil yang tumbuh berpasangan. Semakin lama akan menjadi gambaran kecil. Baru nanti tumbuh daun, yang bisa berjumlah empat,” papar Sodikin.

Golden Shower ini, menurut Sodikin, sangat menyukai habitat yang panas hingga sejuk. “Pengembangbiakan golden shower bisa menggunakan vegetatif maupun generatif. Kalau generatif, dari bunga jadi buah, nanti kita sebar. Kalau vegetatif, kita split dari usia sekitar setahun hingga dua tahun,” paparnya.

Golden Shower sendiri memiliki jenis yang kecil dan jenis besar. Kondisi bunga juga bergantung pada berapa banyak tanaman yang hidup dalam satu gerombol. Jika banyak, biasanya bunganya tidak akan terlalu besar.  “Kalau terlalu banyak dalam satu area tumbuh,  nanti jadinya kecil. Karena nutrisinya tidak akan cukup. Jadi kita split, supaya bunganya bisa bagus,” kata Sodikin lebih lanjut.

Golden shower ini, tidak memerlukan perawatan ekstra. Sehingga, tidak merepotkan bagi masyarakat yang ingin menanam tapi memiliki aktivitas padat. “Penyiraman dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungannya. Pemupukan dapat dilakukan dengan memberi NPK dua kali seminggu. Tapi kalau di Mekarsari, kita memang membiarkan sesuai dengan kondisi alaminya saja,” pungkas Sodikin.

Lihat juga...