Padang Dorong Peserta Didik Gemar Membaca

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PADANG — Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat menilai menilai kemampuan bercerita sangat penting bagi peserta didik. Hal ini perlu dibiasakan sejak dini, agar ke depan akan lahir generasi yang gemar membaca. Dengan membaca, akan lahir berbagai cerita yang bisa dibagikan kepada teman dan termasuk orang tua.

Wali Kota Padang, Mahyeldi mengatakan, pendidikan bercerita sudah bisa dibiasakan sewaktu peserta didik berada di pendidikan tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), TK (Taman Kanak-kanak), hingga berlanjut ke jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan bahkan sampai ke perguruan tinggi.

“Orang yang memiliki kemampuan bercerita itu, tidaklah mungkin tidak memiliki pengetahuan dari hal yang diceritakannya. Pengetahuan itu didapatkan dari setiap buku yang dibacanya. Setelah ia pahami, maka akan mampu berbagi cerita. Nah kemampuan seperti ini yang perlu dididik, agar anak-anak memiliki pengetahuan,” katanya, Kamis (18/4/2019).

Menurutnya, banyak pengetahuan yang dapat dipelajari oleh anak-anak di zaman sekarang. Tidak hanya mendapatkan buku-buku di perpustakaan, tetapi juga dapat mengakses lewat internet yang juga ada tersedia buku digital.

Mahyeldi melihat melalui bimbingan para guru di sekolah dan pendidikan di rumah, akan mempu memberikan dan menghadirkan buku-buku untuk anak-anaknya sesuai dengan usia dan kebutuhannya.

“Tentu perlu dibimbing, karena jika diakses melalui internet bisa mendapatkan informasi apa saja. Supaya tidak salah arah,” ujarnya.

Mahyeldi memahami bahwa orang yang bisa bercerita adalah orang yang memiliki kemampuan me-review kembali peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang diketahui, didengar, dibaca dan dirasakan.

“Karena kemampuan bercerita menunjukkan ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan yang lebih baik. Seperti sama-sama kita lihat, dalam diri para pemimpin kita pasti rata-rata mampu bercerita yang sesuai dengan fakta dan realitanya,” ucapnya.

Untuk itu Mahyeldi meminta kepada para guru di sekolah untuk mendorong dan kanalisasi budaya bercerita bagi setiap anak-anak di bangku sekolah. Caranya, ketika diberikan stimulan,maka mereka akan memiliki kemampuan untuk bercerita, maka otomatis itu akan melihatkan dan menggambarkan kompetensi mereka.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Muji Susilawati, hal yang disampaikan oleh Wali Kota Padang tersebut, sudah lama dijalankan ke sekolah-sekolah, bahkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan turut mendukung adanya taman bacaan dan begitu juga kampung letasi yang telah ada. Setidaknya melihat dari lomba bercerita yang digelar pada hari kemarin, dalam rangka meningkatkan motivasi, kecintaan dan kegemaran membaca pada masyarakat khususnya bagi siswa-siswi SD/MI di Kota Padang, telah menunjukan bahwa peserta didik memiliki ketertarikan dalam minat membaca.

“Jadi dengan terlihatnya minat baca yang bagus, dampak dari lomba bercerita kemarin itu, diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pola pikir para peserta didik di Kota Padang, sebagai harapan masa depan calon pemimpin di masa datang,” ungkap Susi.

Lihat juga...