Partisipasi Pemilih di Kuala Lumpur Meningkat

130
Ilustrasi pemungutan suara- Dok. CDN

KUALA LUMPUR – Partisipasi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk memberikan suara pada pada Pemilu 2019 di Kuala Lumpur meningkat. Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur menggelar pemungutan suara pada Minggu (14/4/2019).

“Menurut saya beda jauh dibanding Pemilu sebelumnya. Dulu kalau masyarakat pelajar dan keturunan Cina kurang partisipasinya. Pada Pemilu kali ini luar biasa,” ujar pengurus Partai Nasdem Malaysia, Muhammad Akhsan di Kuala Lumpur.

Akhsan mengatakan di Pemilu 2014 ada 102 TPS, dan dari jumlah tersebut ada satu TPS yang hanya didatangi tiga pemilih. Pendapat senada disampaikan oleh Ketua PKB Malaysia, Saiful Aiman. “Pemilu kali ini benar-benar luar biasa. Saya sudah tiga kali mengikuti Pemilu. Kali ini hingga pukul 18.30 ada yang belum selesai. Tiga tempat di KBRI Kuala Lumpur, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan Wisma Duta padat semua,” kata Saiful.

Saiful menyampaikan terima kasih kepada para profesional dan PPLN Kuala Lumpur, yang telah menyelenggarakan Pemilu dengan baik. “Saya berharap kepada masyarakat menunggu penghitungan suara. Kalau pilihan kalah harus legowo. Kita kembali bekerja dan hubungan harus terjalin kembali. Di Kuala Lumpur ada warga Madura, Sumatera, Bawean dan lain-lain harus kembali bersaudara,” katanya.

Tokoh pemuda di Kuala Lumpur, Khairul Hamzah, mengatakan, dirinya melihat pelaksanaan Pemilu kali ini antitesa 2014. “Dulu banyak TPS kosong sekarang membeludak. Dulu ada di beberapa titik sekarang konsentrasi di tiga tempat,” katanya.

Khairul mengatakan dari 102 TPS pada 2014 total partisipasi pemilih untuk Kuala Lumpur dan Selangor mencapai 5.978 orang. Sementara jumlah pemilihnya di Daftar Pemilih Tetap (DPT) 328.942 orang. (Ant)

Lihat juga...