Partisipasi Pemilih di Purbalingga Tinggi

Editor: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Purbalingga dalam pemilu ini cukup tinggi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga menyatakan, angka partisipasi sampai kisaran 70–80 persen. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam pesta demokrasi yang baru saja usai.

Komisioner KPU Purbalingga, Catur Sigit Prasetyo, mengatakan, dari pantauan di lapangan, Tempat Pemungutan Suara (TPS) hampir seluruhnya ramai di bawah pukul 12.00 WIB.

Hal ini berbeda dengan pemilihan gubernur Jateng tahun 2018, dimana tingkat patisipasi pemilih di bawah 70 persen.

Komisioner KPU Purbalingga, Catur Sigit Prasetyo. Foto: Hermiana E. Effendi

“Masyarakat Purbalingga terlihat sangat antusias menyambut pemilu kali ini, perkiraan kita angka partisipasinya di atas 70 persen, kemungkinan sampai 80 persen,” jelasnya, Kamis (18/4/2019).

Tingkat partisipasi yang tinggi ini juga tidak terlepas dari kerja keras KPU selaku penyelenggara yang gencar melakukan sosialisasi. Begitu pula dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Purbalingga yang melakukan sosialisasi pengawasan pemilu kepada berbagai golongan.

Sementara itu, terkait logistik pemilu, KPU Purbalingga mengaku, tidak ada kendala berarti selama gelaran pemilu serentak. Catur mengakui ada beberapa kekurangan, namun jumlahnya relatif sedikit dan segera bisa diatasi.

KPU Purbalingga sebelum hari pencoblosan, melakukan strategi pengiriman logistik dengan cara mengirimkan logistik ke wilayah-wilayah yang terjauh terlebih dahulu. Misalnya, ke Kecamatan Karangjambu, Kecamatan Rembang dan sekitarnya.

“Pengiriman logistik, kita dahulukan wilayah yang terjauh dan stok surat suara kita cukupi seluruhnya. Sehingga untuk wilayah yang dekat, jika masih ada kekurangan bisa segera diatasi,” terangnya.

Saat disinggung tentang banyaknya keluhan warga tentang pencoblosan yang dimulai lebih dari pukul 07.00 WIB, Catur menjelaskan, hal tersebut merupakan standar prosedur yang telah ditetapkan Mahkamah Konstitusi (MK).

Ditetapkan pukul 07.00 WIB adalah waktu pembukaan TPS. Tahapan administrasi harus didahulukan seperti pengambilan sumpah KPPS, pembukaan kotak suara dan lain-lain. Sehingga proses pemungutan suara, baru dilakukan setelah semua kegiatan tersebut selesai.

“Petugas harus memberi pengertian kepada pemilih, bahwa pukul 07.00 WIB itu baru pembukaan TPS dan tahapan administratif lain harus dilakukan di hadapan para calon pemilih serta pengawas pada jam tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...