hut

Partisipasi Pemilu di Rutan Salemba, 100 Persen

Editior: Koko Triarko

JAKARTA – Usai menunaikan hak pillinya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meninjau sejumlah tempat pemungutan suara di rumah tahanan (rutan) Salemba, jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Anies merasa kagum dengan tingkat partisipasi warga binaan Rutan Salemba, untuk menunaikan hak pilih di Pemilu 2019 yang mencapai 100 persen.

“Alhamdulillah, tadi saya melihat didampingi Karutan, bahwa di tempat ini hak-hak warga negara untuk terlibat dalam proses pemilihan umum, termasuk pilpres dihargai betul, tertib pelaksanaannya dan bahkan di sini bisa 100 persen partisipasinya, karena semuanya memilih,” kata Anies, di Rutan Salemba, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).

Anies mengaku, kedatangannya ke Rutan ingin mengecek warganya yang menjadi binaan Rutan Salemba, atas hak politik, tetapi setelah dicek ternyata seluruh warganya sudah memenuhi haknya.

“Jadi kita ingin hari ini melihat dan memastikan, bahwa tidak ada warga negara yang dalam kondisi apa pun, hak politiknya tidak bisa melaksanakan haknya,” tuturnya.

Kepala Rumah Tahanan Salemba, Masjuno, menerangkan, para tahanan memiliki hak pilih yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Hanya saja, untuk tahanan yang berdomisili di luar Jakarta, hanya dapat memilih presiden dan wakil presiden.

“Di TPS 76, ada satu kotak suara pemilihan presiden dan wakil presiden untuk masyarakat luar Jakarta,” ujar Masjuno.

Di Rutan Kelas I Salemba, tercatat ada 1.476 warga binaan yang memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Rutan setempat.

“Jumlah TPS ada tujuh, mulai dari 71-77 untuk Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih. Jumlah DPT berikut DPTb tercatat sebanyak 1.476,” kata Masjuno.

Kunjungan Anies ke Rutan Salemba, merupakan satu rangkaian kegiatan memantau Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jakarta, untuk melihat proses pemungutan suara.

Sebelum ke Rutan, Anies terlebih dahulu mengunjungi Taman Suropati dan kawasan padat penduduk di Berlan, Jakarta Timur.

Saat Anies meninjau proses pemungutan suara di Rutan Salemba, masuk area dalam rutan, tampak tujuh TPS yang telah didirikan. Terlihat tahanan sedang mengantre untuk mencoblos di TPS-TPS tersebut. Para tahanan yang masuk ke dalam TPS adalah tahanan yang telah diizinkan masuk dengan membawa surat C6.

Anies yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefulllah, dan Ketua KPU DKI, Betty Epsilon Idroos, beserta jajaran pejabat Pemprov DKI lainnya, mengenakan tanda pengenal khusus. Tangan mereka dicap dengan tinta transparan yang hanya dapat terdeteksi di bawah sinar ultraviolet.

Sedangkan para tahanan yang belum mendapatkan giliran, terlihat mengantre di balik pagar rutan. Setelah menyapa para tahanan yang sedang mengantre di TPS, Anies pun segera menghampiri para tahanan yang masih mengantre di luar pagar.

“Assalammualaikum,” sapa Anies yang langsung dijawab serentak dengan, “Waalaikumsalam.”

Lalu, Anies menanyakan kabar para warga. Dia menyampaikan supaya para tahanan memeriksa surat suaranya dengan teliti dan memastikan menggunakan hak pilihnya.

“Tinggal ditusuk saja,” kata Anies.

Kemudian Anies pun pamitan kepada mereka. Saat meninggalkan mereka, beberapa tahanan meneriakkan, “Hidup Prabowo!”

Selain itu, lokasi pertama yang dikunjungi Anies bersama rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI adalah TPS di kawasan elit Menteng, yang berada di Taman Suropati. Di sana, Anies sempat menyanyikan lagu, “Rayuan Pulau Kelapa”, untuk menghibur warga yang sedang menunggu dipanggil ke bilik suara.

Lihat juga...