Pascapemilu, Masyarakat NTB Diminta Menahan Diri, tak Terprovokasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

212

MATARAM – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkiflimansyah, meminta kepada masyarakat untuk bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi isu tidak jelas, pascapelaksanaan Pemilihan Umum 2019.

“Kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, partai politik diminta supaya bisa ikut menjaga kondusivitas daerah pascapemilu, dengan sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” kata Zul, sapaannya, di Mataram, Selasa (23/4/2019).

Terkait hasil Pilpres, DPD, DPR RI maupun DPRD Provinsi kabupaten/kota, masyarakat juga diminta bisa menahan diri, tidak melakukan kegiatan yang bisa memancing provokasi sampai ada keputusan resmi dari KPU tentang pemenang pemilu.

Pascapemilu, masyarakat juga diharapkan bisa bersatu kembali, menjalankan aktivitas seperti biasa. Masalah perbedaan pandangan dan pilihan selama pemilu merupakan hal biasa dan tidak harus merenggangkan hubungan persaudaraan dan kekeluargaan.

“Pemilu telah berlalu, masyarakat telah menggunakan hak pilih sesuai hati nurani, saatnya merajut kembali persaudaraan dan persatuan, lupakan perbedaan,” katanya.

Peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama, partai politik dan seluruh stake holder lain tentu tidak kalah penting menciptakan situasi keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, melalui pesan-pesan penuh kesejukan dan kedamaian.

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, dalam acara silaturahmi dengan tokoh agama dan partai politik Kota Mataram sebelumnya juga mengajak masyarakat, tokoh agama dan parpol bisa menciptakan suasana Kamtibmas di tengah masyarakat.

Tidak melakukan kegiatan yang bisa memancing provokasi masyarakat, simpatisan antarpendukung Paslon, baik presiden maupun DPR dan meminta menunggu hasil resmi yang dikeluarkan KPU kabupaten/ kota, provinsi hingga KPU RI.

Lihat juga...