Patroli Pengawasan, Bawaslu Madiun Berniat Beri Efek Kejut

Ilustrasi - Dok. CDN

MADIUN – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Madiun, Jawa Timur, meningkatkan pengawasan selama masa tenang. Hal itu untuk mengatisipasi terjadinya pelanggaran Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko, mengatakan, peningkatan pengawasan dilakukan dengan patroli. “Patroli pengawasan bertujuan menimbulkan efek kejut bagi pihak yang berniat melakukan praktik politik uang, terutama di masa tenang,” ujar Kokok HP.

Adapun potensi pelanggaran yang rawan terjadi pada masa tenang antara lain kampanye, praktik politik uang, politisasi SARA, dan masih adanya Alat Peraga Kampanye (APK) yang belum ditertibkan.

Patroli pengawasaan dilakukan secara serentak di tingkat kecamatan dan kelurahan. Para pengawas pemilu di semua tingkat, mulai Bawaslu, Panitia Pengawas Kecamatan (panwascam), Panitia Pengawas Lapangan (PPL), hingga Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) menggelar patroli selama masa tenang.

Guna memperlancar patroli, bawaslu telah menyiapkan kendaraan operasional, enam unit kendaraan roda empat dan sejumlah sepeda motor. Armada tersebut untuk patroli di tingkat kelurahan. “Kami juga mengajak masyarakat untuk turun serta berpartisipasi mengawasi masa tenang Pemilu 2019. Apabila mendapati adanya pelanggaran, segera laporkan kepada kami,” tandasnya.

Masa tenang Pemilu 2019 berlangsung pada 14 April sampai 16 April 2019, atau tiga hari sebelum pencoblosan 17 April 2019. Pemilu 2019 memilih anggota DPRD kabupaten dan kota, DPRD provinsi, DPR RI, DPD, serta presiden dan wakil presiden periode 2019-2024. (Ant)

Lihat juga...