Pedagang Durian di Sikka Berharap Ada Bantuan

Editor: Koko Triarko

203

MAUMERE –  Potensi buah Durian di kabupaten Sikka, sangat menjanjikan. Sejak 10 tahun lalu, pohon Durian mulai banyak dibudidayakan masyarakat di tiga kecamatan, yakni Bola, Doreng dan Hewokloang. Durian pun menjadi salah satu pemasukan utama bagi petani, demi meningkatkan pendapatan.

“Banyak anak muda yang sejak 10 tahun lalu mulai mengisi waktu menjual durian, bila sedang musim di bulan Janurai sampai Mei. Kendalanya, bila pembeli sepi, maka buah durian sering dimakan sendiri dan kami menanggung kerugian,” sebut Petrus Deri, salah seorang penjual Durian di Kota Maumere, Selasa (23/4/2019).

Gregorius Wilhelmus Moa Nong, penjual durian asal Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang. -Foto: Ebed de Rosary

Roland mengaku telah meminta kepada Bupati Sikka, agar anak-anak muda di tiga kecamatan yang menjadi sentra penghasil durian, diberikan pelatihan. Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka perlu mengumpulkan anak muda dan menyuruh membentuk kelompok.

“Saya telah meminta, agar kami para penjual durian diberikan pelatihan mengolah durian menjadi kue, es krim, jus, pudding dan lainnya. Setelah diadakan pelatihan, pemerintah juga memberikan pinjaman modal serta peralatan produksi,” ungkapnya.

Dengan begitu, buah durian tidak akan terbuang percuma dan bisa diolah menjadi aneka makanan dan minuman. Tentunya harga jualnya pun sangat menguntungkan, apalagi di kota Maumere bahkan di NTT, hampir tidak ada yang mengolah durian menjadi aneka masakan dan minuman.

“Kalau berharap kepada anak-anak muda untuk mengikuti pelatihan dan membeli peralatan produksi sendiri, tentunya tidak akan kesampaian. Hal ini disebabkan hampir semua anak muda menjual durian hanya sebagai pekerjaan sambilan saja,” terangnya.

Selain itu, ketiadaan modal membuat anak-anak muda, meskipun memiliki kerativitas, tidak bisa menyalurkannya. Ini terjadi karena harus membutuhkan modal yang lumayan besar untuk ukuran anak muda yang bekerja sebagai tukang ojek sepeda motor.

“Saat masih calon bupati dan mengadakan kampanye di desa saya, kami anak muda meminta, agar diberikan pelatihan dan bantuan modal. Saat itu, Bupati Sikka berjanji akan memenuhinya bila dirinya terpilih menjadi bupati,” sebutnya.

Gregorius Wilhelmus Moa Nong, penjual durian asal desa Rubit, Kecamatan Hewokloang yang juga seorang mahasiswa, mengaku mau menjadi wirausahawan, bila memiliki modal. Dirinya pun ingin, agar pemerintah membantu memberdayakan kelompok anak muda yang memiliki potensi.

“Kami beberapa anak muda sudah terbiasa bekerja sendiri, meskipun masih kuliah. Kami sangat menyambut positif, bila pemerintah memberikan pelatihan terkait kewirausahaan, khususnya soal pengolahan durian menjadi produk yang mempunyai nilai jual yang bagus,” ujarnya.

Gregorius pun mengaku, meski potensi durian melimpah, namun sulit untuk dijual ke luar kabupaten Sikka, karena daya tahannya yang tidak lama. Daripada durian hanya dibuang saja, lebih baik diolah menjadi produk yang bisa dijual dan mendatangkan pemasukan bagi para pemuda.

“Tentunya kami sangat senang, bila pemerintah memperhatikan nasib kami. Saat musrenbang di desa, pun hal ini sudah disampaikan agar bisa diperjuangkan. Tapi, pemerintah belum memberi respon atas permintaan anak-anak muda,” sesalnya.

Lihat juga...