Pembangunan Huntap Korban Gempa di Sulsel, Lanjut

319
Ilustrasi -Dok: CDN

PALU – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil, menegaskan persoalan lahan relokasi untuk korban gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, terus diselesaikan.

“Berkat kerja sama antara Gubernur Sulawesi Tengah dengan Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wali Kota Palu dan Bupati Sigi, alhamdulillah masalah tanah ini sudah tidak ada lagi,” katanya, usai meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, di kawasan relokasi di Kelurahan Tondo, Kota Palu, Jumat (19/4/2019).

Sofyan menjelaskan, upaya pemanfaatan sebagian lahan Hak Guna Usaha (HGU) sebagai kawasan relokasi dan pembangunan huntap yang statusnya masih dikuasai sejumlah perusahaan, baik di Kota Palu dan Kabupaten Sigi yang sempat bermasalah, kini telah selesai dan terus diselesaikan, agar pembangunan huntap di lahan tersebut dapat terus berlanjut.

Sebab, akibat persoalan tersebut Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia selaku penyumbang terbanyak huntap untuk korban bencana di Palu dan Sigi, sempat berniat membatalkan pembangunan huntap di Kelurahan Tondo tersebut, akibat salah satu perusahaan pemegang HGU, yakni PT. Lembah Palu enggan merelakan sebagian lahan HGU yang dikuasai untuk dimanfaatkan sebagai kawasan pembangunan huntap.

“Jadi, dari Buddha Tzu Chi tidak perlu khawatir. Silahkan melanjutkan lagi pembangunan huntapnya di sini,”ucap Sofyan, didampingi Gubernur Sulteng, Longki Djanggola dan Kepal BNPB, Doni Monardo.

Sofyan menekankan, jika soal keengganan PT. Lembah Palu untuk merelakan lahan HGU yang mereka kuasai sekitar 40 hektare untuk dimanfaatkan sebagai kawasan relokasi, dan pembangunan huntap akan dia tangani sendiri.

“Pokoknya akan kita selesaikan, karena ini untuk kepentingan publik. Pokoknya saya, pak Doni, pak gubernur akan menyelesaikan ini, yang penting Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bisa terus membangun,” ucapnya.

Sementara, lanjutnya, persoalan pembebasan lahan relokasi dan pembangunan huntap di Kelurahan Duyu, Kota Palu dan di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi, sudah diselesaikan.

Dia mengatakan, rencananya pekan depan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, akan meletakkan batu pertama pembangunan huntap di kawasan relokasi di Desa Pombewe. (Ant)

Lihat juga...