Pembenahan Dokumentasi Kapal, Bakal Lesatkan Ekspor Tuna

Beragam ikan tuna - (Ant)

JAKARTA – Kebijakan pembenahan dokumentasi berbagai kapal penangkap ikan, dinilai akan melesatkan ekspor komoditas tuna dari berbagai daerah di Tanah Air.

“Konsumen negara tujuan ekspor, seperti Amerika dan Jepang sangat concern (peduli) kepada aspek ketertelusuran ikan tuna asal Indonesia,” kata Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Abdi Suhufan, Sabtu (13/4/2019).

Menurutnya, daerah yang layak untuk didorong komoditas ekspor tuna adalah Maluku. Abdi meminta, Pemprov Maluku untuk meningkatkan pembinaan nelayan kecil, sebab pasca moratorium, nelayan kecil merupakan pelaku utama tuna di Indonesia timur. “Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku mesti proaktif, membantu nelayan kecil mendapatkan Bukti Pencatatan Kapal Perikanan, sebagai dokumentasi ekspor terutama tuna tujuan Amerika,” katanya.

Menurut data Bea Cukai Ambon, ekspor tuna sampai dengan Januari-8 April 2019, telah mencapai 2,6 juta dolar AS. Sementara pada periode Januari hingga Desember 2018, ekspor mencapai 9,7 juta dolar. Tujuan ekspor tuna Maluku adalah Vietnam, Jepang dan Amerika Serikat. Selain meningkatkan pembinaan nelayan kecil, pemerintah provinsi Maluku mesti meningkatkan alokasi anggaran untuk perikanan.

Karakteristik nelayan kecil di Maluku, membutuhkan dukungan sarana penangkapan yang lebih modern, dan penyediaan listrik di pulau-pulau kecil Maluku. “Pemda Maluku mesti berani investasi dan mengalokasikan anggaran pembangunan, untuk pengadaan kapal ukuran kecil dan mini cold storage untuk tampung tangkapan nelayan kecil” kata Abdi.

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sarana dan Prasarana Kepulauan, DPP Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), Syahrir Abdul Rauf, mengatakan, perlu sinergitas pembinaan nelayan kecil antara pusat dan daerah. “Daerah secara perlahan perlu mengurangi ketergantungan bantuan kapal dari pusat, melalui APBD, daerah bisa mengadakan sendiri dan mendorong pelaku usaha berinvestasi di sektor perikanan tangkap,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...