Pemilu, Sejumlah Petugas SPBU dan Nelayan Lamsel Tetap Beroperasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

157

LAMPUNG – Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019 tidak mempengaruhi aktivitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lampung Selatan (Lamsel).

Beberapa SPBU tetap beroperasi melayani konsumen kendaraan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim).

Nugroho, supervisi SPBU 24.355.85 Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, menyebut, pelayanan kepada konsumen tetap berjalan dengan normal.

Nugroho, supervisi SPBU 24.355.85 Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan – Foto: Henk Widi

Nugroho menyebut, menerapkan sistem giliran bagi sejumlah karyawan yang akan mempergunakan hak pilih. Sebab sejumlah karyawan yang menunggu dispenser pada saat pelaksanaan Pemilu berjumlah sebanyak lima orang.

Petugas disebutnya melayani pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan pertalite. Karyawan yang menggunakan hak pilih sebagian merupakan warga Bakauheni dengan lokasi tempat pemungutan suara (TPS) dekat dengan lokasi SPBU.

Pelayanan pada salah satu SPBU paling ujung Sumatera tersebut dominan melayani kendaraan yang akan menuju pelabuhan Bakauheni.

Nugroho menyebut, normalnya pelayanan SPBU tidak terganggu oleh pelaksanaan Pemilu. Permintaan akan bahan bakar bahkan disebutnya menurun dibandingkan kondisi normal karena berkurangnya kendaraan yang melintas.

Sepinya kendaraan yang melintas dan membeli BBM disebutnya berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

“Antisipasi sudah kami lakukan dengan melakukan rapat bersama karyawan untuk pengaturan sif atau waktu berjaga dispenser bahan bakar minyak agar saat Pemilu pelayanan konsumen tidak terganggu,” papar Nugroho saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (17/4/2019).

Sejumlah konsumen yang membeli bahan bakar jenis solar dan pertalite disebut Nugroho, didominasi kendaraan jarak jauh. Kendaraan jenis truk ekspedisi yang berasal dari Pulau Jawa hendak menuju ke Jalinpantim dan Jalinsum umumnya mengisi bahan bakar di SPBU Bakauheni sebelum melanjutkan perjalanan.

Kondisi pelayanan berjalan normal dengan petugas dioperasikan sebanyak lima orang diakuinya setelah petugas menggunakan hak pilih.

Selain sejumlah kendaraan ekspedisi, konsumen yang membeli bahan bakar jenis solar didominasi oleh nelayan.

Nelayan yang membeli solar menurut Nugroho, umumnya justru memanfaatkan momen Pemilu dengan sepinya pembeli BBM. Nelayan yang membeli bahan bakar diakuinya sebagian berasal dari pesisir Bakauheni seusai melakukan pemungutan suara langsung melakukan pembelian bahan bakar.

Beberapa nelayan disebut Nugroho bahkan tetap akan melakukan aktivitas pada sore hari setelah mendatangi TPS.

Normalnya pelayanan penyedia bahan bakar jenis premium, dexlite, solar dan pertalite juga berlangsung di SPBU 24.355.64 Desa Sukabaru dan SPBU 24.355.64 Garuda Hitam Bakauheni. Sejumlah dispenser dengan nosel yang disediakan terlihat beroperasi seluruhnya.

Sistem pelayanan dengan memberi kesempatan memberikan hak suara diberlakukan oleh pengelola SPBU.

Aceng, pengelola SPBU 24.355.64 Garuda Hitam Bakauheni mengaku, memberi waktu karyawan menggunakan hak pilih.

“Pada pesta demokrasi tahun ini karyawan tetap bekerja namun diberi kesempatan menggunakan hak pilih,” beber Aceng.

Sementara itu, SPBU 24.355.64 Desa Sukabaru yang berada tidak jauh dari gerbang tol Bakauheni Utara terlihat ramai. Lokasi SPBU terdekat dengan gerbang tol Bakauheni Utara di dekat Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tersebut menjadi pilihan bagi pengendara.

Pasalnya di JTTS ruas Bakauheni Terbanggibesar belum ada fasilitas SPBU yang disediakan pada sejumlah rest area. Selain pengendara roda dua dan roda empat, sejumlah nelayan memilih membeli saat Pemilu dengan jumlah konsumen ke SPBU lebih sepi dibanding kondisi normal.

Hasan, salah satu nelayan di dermaga Kramat, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang mengaku, kembali beraktivitas.

Nelayan di dermaga Kramat Ketapang mulai kembali beraktivitas usai melakukan pemungutan suara – Foto: Henk Widi

Aktivitas melaut diakuinya dilakukan usai menggunakan hak pilih di TPS setempat. Selain di TPS yang ada di daratan, sejumlah nelayan yang tinggal di Pulau Rimau Balak diakuinya memberikan hak pilih di salah satu pulau terluar tersebut.

Ia menyebut, seusai menggunakan hak pilih nelayan mencari bahan bakar minyak ke SPBU Yogaloka dan Bakauheni.

“Kami istirahat sejenak setelah pencoblosan, namun kembali melaut karena sebagian warga merupakan nelayan bagan apung,” beber Hasan.

Nelayan bagan apung diakuinya kembali melakukan pengecekan sejumlah bagan yang ada di wilayah perairan setempat. Selain itu sejumlah nelayan tangkap ikan tetap melakukan aktivitas melaut seperti kondisi normal.

Meski akan melakukan aktivitas melaut saat sore hari, sebagian nelayan mengisi waktu usai melakukan pemilihan suara dengan memperbaiki jaring dan peralatan memancing.

Lihat juga...