Pemprov DKI Gelar Sayembara Desain Seragam Satpol PP

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menggelar sayembara desain seragam lapangan untuk petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Diikuti oleh para siswa SMK Program Keahlian Tata Busana se-DKI Jakarta, sebagai peserta dengan pendampingan dari Asosiasi Fashion Indonesia (Indonesia Fashion Chambers).

“Mengapa justru mengundang anak-anak? Mereka belum berpengalaman, mereka baru. Justru kita membutuhkan ide baru dan anak-anak muda keunggulannya pada kebaruan. Mereka bisa muncul dengan perspektif-perspektif yang tidak terkontaminasi yang betul-betul baru sama sekali,” kata Anies, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Gubernur DKI, Anies Baswedan, berfoto dengan para siswa SMK Program Keahlian Tata Busana se-DKI Jakarta, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019). -Foto: Lina Fitria

Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan selama satu bulan. Nantinya, 200 siswa dengan desain terbaik akan diberi pelatihan langsung oleh ahli tata busana.

“Kita dibantu oleh Asosiasi Fashion Indonesia atau Indonesia Fashion Chambers. Jadi, kita berkolaborasi dengan ahlinya, mereka nantinya dalam proses akan melakukan pendampingan, dan grand final-nya nanti pada tanggal 14-18 Juni 2019,” jelasnya.

Dengan adanya sayembara itu, merupakan bentuk penghormatan atas ilmu pengetahuan yang telah dipelajari oleh para peserta. Ia menegaskan, cara menghargai ilmu pengetahuan adalah dengan mengundang ahli di bidang tata busana, agar turut serta melakukan perubahan di ibu kota, melalui seragam yang akan digunakan petugas Satpol PP di Jakarta.

“Jadi, kami ingin nanti adik-adik semua datang dengan terobosan-terobosan. Izinkan ide-ide baru itu muncul. Izinkan hal-hal yang (sebelumnya) tidak terpikirkan, Anda munculkan. Kreativitas itu infinite, tidak ada batasnya. Jadi, saya harap adik-adik semua bebaskan berkreasi. Pikirkan yang tidak terpikirkan. Rancang yang tidak terbayangkan. Bebaskan imajinasi itu untuk muncul. Dan, Anda semua kalau ingin punya imajinasi, bayangkan saja rujukan-rujukan yang ada di mana-mana itu Anda lihat,” ujarnya.

Anies juga mengadakan sayembara untuk desain seragam guru dari pelajar SMK. Menurutnya, para pelajar SMK itu memiliki ide-ide dan inovasi baru. Bagi Anies, ide-ide baru itu yang diharapkan dimunculkan dalam desain seragam Satpol PP dan guru.

“Jadi, kenapa mengundang anak-anak justru kita mau inovasi dan jangan kita selalu anggap sepele ide dari anak-anak muda, karena anak-anak muda biasanya justru ide-idenya menerobos. Itu salah satu sifat karakter dari anak-anak muda,” ungkapnya.

Anies juga turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru pembimbing dari SMK Program Keahlian Tata Busana se-DKI Jakarta. Pendampingan guru kepada para peserta, diharapkan mampu mendorong proses berkreasi dan pengembangan tradisi di Ibu Kota.

“Jadi, saya berharap adik-adik semua, nantinya ketika rancangan-rancangan ini dilombakan, pada akhinya kita akan melihat sebuah rancangan yang bisa diterapkan. Sebuah rancangan yang sesuai dengan misi yang diemban oleh Satpol PP. Rancangan yang bisa membuat hubungan antara kami di pemerintahan dengan masyarakat menjadi lebih baik, dan tentu teman-teman Satpol PP bisa menjalankan tugas juga dengan baik. Secara fungsional, terpenuhi. Secara estetika, juga terpenuhi. Itu harapannya. Dan saya berharap adik-adik semuanya nantinya bisa di akhir nanti mendapatkan itu semua,” jelasnya.

Sedangkan Kasubag Humas Kerja Sama Antar Lembaga Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Junaedi, mengatakan, saat ini ada delapan SMK di Jakarta dengan jurusan Keahlian Tata Busana, yakni SMK Negeri 24, SMK Negeri 27, SMK Negeri 30, SMK Negeri 32, SMK Negeri 33, SMK Negeri 37, SMK Negeri 38, dan SMK Negeri Santa Maria.

“Pendaftaran sayembara dibuka 8 April sampai 3 Mei 2019. Peserta didik bisa mendaftar melalui sekolah masing-masing,” ujarnya di tempat yang sama.

Junaedi menjelaskan, terkait antisipasi kekurangan peserta, dari delapan sekolah tersebut masing-masing diwajibkan untuk mengirim 20 peserta didiknya untuk mengikuti sayembara.

“Kalau jumlah pendaftar dari masing-masing sekolah melebihi kuota, maka akan dilakukan seleksi 20 terbaik,” terangnya.

Dia menambahkan, bagi peserta didik tingkat SMA maupun SMK, bukan dengan jurusan Keahlian Tata Busana tetap diberikan kesempatan dengan jumlah kuota keseluruhan sebanyak 20 orang.

“Murid-murid yang bukan dari program Keahlian Tata Busana, tapi ingin ikut serta bisa mendaftarkan diri ke SMK Negeri 27, di Jalan Dr. Sutomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, setelah terpilih 200 peserta sayembara selanjutnya akan diadakan pengarahan terkait mekanisme dan kriteria sayembara di Balai Kota DKI Jakarta, pada 22 April 2019 mendatang.

“Dari 200 itu, kita akan pilih tiga terbaik. Masing-masing akan diberikan hadiah sebesar Rp5 juta, piagam penghargaan, dan voucer berekreasi ke Dufan,” tandasnya.

Perlu diketahui, sayembara desain ini diharapkan dapat mewujudkan nuansa humanis, berintegritas, dan profesional di kalangan Satpol PP se-DKI Jakarta.

Sayembara Desain Seragam Lapangan Petugas Satpol PP ini bersifat terbatas untuk 200 siswa-siswi Kelas XI dan XII SMK Program Keahlian Tata Busana se-DKI Jakarta. Tiga desain terbaik masing-masing akan mendapatkan Rp5.000.000, 5 voucher masuk Dufan, dan Piagam Penghargaan.

Ada pun Jadwal Pelaksanaan Sayembara adalah sebagai berikut:

– Pengumuman dan Pelaksanaan Sayembara: 8 April – 3 Mei 2019

– Penyampaian Briefing Desain: 22 April 2019

– Batas Akhir Pengumpulan Karya dengan dikirimkan kepada Humas Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta disertai Data Diri: 3 Mei 2019

– Penjurian 3 Desain Terbaik: 6-17 Mei 2019

– Coaching Desain oleh Tim Desain Fashion: 20 Mei 2019

– Penyerahan Sample/Prototype: 20 Mei-13 Juni 2019

– Pemilihan Desain Final oleh Gubernur DKI Jakarta: 14-18 Juni 2019

– Pengumuman dan Pemberian Hadiah: 22 Juni 2019.

Lihat juga...