Pemprov DKI Siapkan Uji Coba Bus Listrik TransJakarta

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuturkan, uji coba bakal dimulai bulan depan untuk memastikan bus listrik TransJakarta. Uji coba itu untuk mengurangi pencemaran udara di Jakarta.

“Bus listrik TransJakarta bulan depan akan mulai menggunakan uji coba dengan berbasis listrik,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Bus listrik sendiri, merupakan sebuah kendaraan umum massal yang rendah emisi. Selain itu, Anies berharap, setelah uji coba berhasil, akan diterapkan ke bus-bus lainnya.

“Ke depan kita berharap nanti justru semua bisa berbasis listrik,” ujarnya.

Oleh karena itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menggandeng PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) untuk uji coba beberapa bus listrik mengurangi emisi gas buang. Hal itu merupakan upaya Anies dalam menekan polusi udara dan ramah lingkungan terutama di Ibu Kota.

“Kita akan mengadopsi kendaraan umum massal dengan energi ramah lingkungan utamanya berbasis listrik,” kata Anies.

Bus listrik ini, sudah tidak perlu lagi menggunakan bahan bakar. Namun melalui sistem charger. Sejauh ini, sudah ada tiga bus listrik di Ibu kota yang telah dipamerkan dalam ajang Bus World di Kemayoran Jakarta pada bulan Maret 2019 lalu.

Sedangkan Direktur Operasional TransJakarta, Daud Joseph, menuturkan, ada empat bus yang dilakukan uji coba. Ada pun rute bus listrik ini melalui kawasan perkantoran di Jalan Gatot Subroto, Jalan Rasuna Said, Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.

“Konsentrasi biasanya ada di Jalan Gatot Subroto, Jalan Rasuna Said, Jalan Sudirman-Thamrin,” jelas Daud.

Daud mengatakan, uji coba dilaksanakan hingga enam bulan ke depan. Namun, bila tidak mendapat hasil yang memuaskan, uji coba akan dilanjutkan hingga 12 bulan.

“Awalnya kita merencanakan uji coba itu 6 bulan, namun apabila selama 6 bulan belum bisa didapatkan hasil yang meyakinkan atau memuaskan, kita bisa perpanjang sampai 12 bulan,” terangnya.

Dia menyebutkan, bahwa pihaknya masih menunggu pabrik dari berbagai negara untuk segera melengkapi persyaratan yang diperlukan.

“Kan setiap negara tentunya punya ketentuan yang berbeda ya. Kita tentunya ingin agar ini segera bisa terlaksana. Tapi dengan memperhatikan kepatuhan pada peraturan perundangan. Jadi saya pikir semangatnya kita memang akan melakukan dengan cepat. Tapi pabrik  wajib memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku,” kata Daud.

Dia menuturkan, ada tiga perusahaan yang mendaftar untuk uji coba bus listrik bagi TransJakarta. Kini perusahaan tersebut sedang mengurus administrasi, perizinan layak jalan bus yang ditawarkan.

“Sekarang tahapnya adalah pada pabrik untuk dapat melengkapi persyaratan-persyaratan yang diterapkan oleh negara kita,” ungkapnya.

Peraturan maupun persyaratan yang dimaksud, adalah terkait dengan pemberlakuan dari bus listrik tersebut. Mulai dari kesesuaian dimensi bus, driving system, ketinggian, dan lain sebagainya.

Menurut Daud, saat ini baru ada empat bus yang ada di Indonesia. Dalam uji coba yang dilaksanakan, dia menargetkan akan diikuti oleh 10 bus yang didatangkan langsung dari berbagai negara.

Lihat juga...