hut

Pengadaan Sarana di Puskesmas Balikpapan Terus Ditingkatkan

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Upaya perbaikan dan penambahan sarana prasarana layanan kesehatan terus dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan. Seperti peningkatan sarana prasarana tingkat Puskesmas, baik yang berada di pinggiran maupun perkotaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Ballerina, menjelaskan, Puskesmas Lamaru dan Telagasari masih dalam pemeliharaan selama enam bulan setelah dalam tahap pembangunan.

“Pemeliharaan setelah proyek selesai masih ada enam bulan. Kita terus melakukan pemantauan khususnya sarana dan prasarana Puskesmas. Seperti di Lamaru katanya minta tambah energi listrik, tahun ini ditambah,” ungkapnya, Jumat (12/4/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Ballerina – Foto: Ferry Cahyanti

Pada tahun ini, lanjut Ballerina, pihak DKK akan ada pengadaan ambulan dan alat kesehatan.

“Ada penambahan ambulan, alat kesehatan, sarana dan prasarana,” sebutnya.

Sedangkan tenaga kesehatan pihaknya menegaskan sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan.

“Tenaga medis kita minimal tapi juga sesuai standar minimal. Umpama di situ lima bidan, kemudian dua dokter atau lainnya,” ujar Ballerina.

Terpisah, Kepala Puskesmas Klandasan Ilir, Retno Sitorespi, menuturkan, sarana dan prasarana di puskesmasnya sudah cukup memadai sesuai standar.

“Untuk ukuran Puskesmas perkotaan, sarana dan prasarana kita memadai. Pembiayaan masih bisa mengadakan prasarana yang masih bisa dibelanjakan dengan dana yang dikelola. Tetapi kalau prasarana yang membutuhkan biaya besar, diperlukan bantuan dinas,” paparnya.

Terkait bangunan, pihaknya juga menegaskan, gedung Puskesmas sudah cukup memadai, karena selalu ada penambahan dengan memanfaatkan lahan yang ada.

“Kita memanfaatkan ruang yang ada,” singkatnya.

Namun, untuk tenaga kesehatan, diakuinya masih kekurangan, mengingat pelayanan Puskesmas Klandasan Ilir 24 jam.

“Pelayanan kita 24 jam, obat tidak boleh habis. Puskesmas rawat inap. Jadi kita ada tiga sif, dokter juga harus siaga. Tenaga dokter itu ada yang PNS dan kontrak,” imbuh Retno.

Lihat juga...