Pengurus KSU Derami Padang Diminta Perbaiki Kinerja

Editor: Koko Triarko

PADANG – Usai digelarnya RAT beberapa waktu lalu, Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatra Barat, mengakui begitu banyak pekerjaan yang harus diperbaiki. 

Pengawas KSU Derami Padang, Zasmeli Suhaemi, mengatakan banyak pekerjaan yang perlu diperbaiki oleh pengurus koperasi. Pasalnya, melihat kepada Sisa Hasil Usaha (SHU) KSU Derami Padang 2018, tidak ada hasil positif, sebaliknya, SHU minus.

“Ya, apa yang telah dilakukan oleh pengurus selama ini sudah maksimal. Tapi, dalam menjalankan koperasi ini berhadapan dengan masyarakat kurang mampu, persoalan itu memang sulit dihindari. Apalagi, secara kompetensi pengurus saat ini memang terbatas,” katanya, Selasa (23/4/2019).

Karena itu, Zasmeli menilai untuk menjalankan koperasi pada tahun ini, segala hal yang telah dibahas di dalam RAT kemarin, harus dikerjakan, supaya persoalan tahun lalu tidak terulang kembali. Kepada pengurus KSU Derami juga diminta agar berkomitmen dalam menjalankan amanah, untuk membantu keluarga kurang mampu.

Namun, Zasmeli yang pernah menjadi Koordinator Wilayah Kegiatan Posdaya di Sumatra Barat, mengatakan jika KSU Derami Padang yang berdiri sejak 2014, sejauh ini perannya cukup bagus.

“Kemarin telah saya sampaikan juga ke pengurus. Mari, sama-sama melangkah untuk kesuksesan koperasi ini, dan kesuksesan bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, terlaksananya RAT kemarin, terbilang cukup lama dari jadwal yang seharusnya dalam aturan koperasi. Penyebabnya karena banyak masalah dengan Manajer Tabur Puja sebelumnya, dan akibatnya Manajer Tabur Puja yang baru harus bekerja keras.

“Banyak data yang tidak jelas asal-muasalnya, hilang mendadak di akhir tahun, jadi tidak sinkron simpanan suka rela dengan data sistem. Manajer Tabur Puja yang baru yang susah, jadinya. Pihak auditor tentu setiap data yang tidak jelas nanya ke manajer,” jelasnya.

Perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Karlina, mengharapkan KSU Derami Padang lebih memperkuat permodalan yang diperoleh dari anggota. Hal ini karena yang dirasakan simpanan pokok dan simpanan wajib yang berlaku saat ini, yaitu Rp25.000 untuk simpanan pokok, dan Rp5.000 untuk simpanan wajib, masih belum bisa menguatkan modal sendiri dari koperasi.

“Di KSU Derami Padang, permodalan koperasi masih dominan berasal dari Yayasan Damandiri sebanyak Rp3 miliar. Sehingga jika dikelola dengan baik, akan mampu memperkuat permodalan,” ungkapnya.

Ia juga mengharapkan, agar pelaksanaan RAT di tahun mendatang tidak lagi lambat dari waktu yang telah ditentukan sesuai aturan, seperti yang tertera dalam Peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI Nomor 19/Per/M.KUKM/IX/2015, disebutkan selambat-lambatnya RAT dilaksanakan tiga bulan usai tutup buku tahunan yang artinya Maret adalah bulan penghujung dalam pelaksanaan RAT.

“Sekarang hampir berada di pengunjung bulan April. Jadi sudah terlambat, ke depan perlu berkomitmen untuk pelaksanaan RAT sesuai waktu yang ditentukan,” tegasnya.

Lihat juga...