Penuhi Kebutuhan Upacara, Denpasar Bagikan Bibit Kelapa Daksina

DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar menghibahkan bibit pohon Kelapa Daksina. Sebanyak 280 bibit pohon diberikan kepada Desa Pakraman Renon.

Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, mengatakan, pohon kelapa khususnya Kelapa Daksina, sangat dibutuhkan masyarakat Hindu. Kelapa Daksina, dibutuhkan sebagai pelengkap upacara. Untuk itu kegiatan, penanaman seperti yang dilakukan saat ini sangat bagus dilaksanakan.

Selain Kelapa Daksina, jenis pohon kelapa lainnya juga harus ditanam dan dikembangkan di masing masing Desa Pakraman, termasuk di Desa  Renon. Kelapa yang memiliki nama, sangat susah dicari sebagai sarana prasarana upacara. ‘’Saya harapkan Desa Pakraman Renon juga menanam pohon yang lainnya seperti pohon kelapa udang, kelapa sudamala dan lain sebagainya,” ucap Rai Mantra.

Rai Mantra menjanjikan, jika Desa Pakraman Renon bisa menanam pohon kelapa dalam jumlah banyak, Pemkot Denpasar akan memberikan bantuan teknologi pembuatan gula  dari pohon kelapa. ‘’Ini akan meningkatkan perekonomian rakyat, khususnya Desa Pakraman Renon,’’ tegasnya.

Bendesa Renon, I Made Sutama, mengapresiasi dukungan Pemkot Denpasar kepada kegiatan di Desa Pakraman Renon. Khususnya mengembangkan pohon Kelapa Daksina. Kelapa Daksina disebutnya, banyak didatangkan dari luar daerah Bali. Dari hal itu, pihaknya merasa jengah dan ingin mengembangkan pohon Kelapa Daksina di Renon. “Sehingga dapat meringankan biaya membuat upakara banten panca yadnya,” tutur Made Sutama.

Made Sutama menyebut, untuk memberikan nilai tambah secara ekonomi, di sela-sela pohon kelapa daksina akan ditanam pohon nanas. Hal ini dilakukan karena, pohon kelapa untuk menghasilkan membutuhkan butuh waktu yang lama. Nanas untuk memberikan manfaat ekonomi, sebelum kelapa menghasilkan.

Tidak hanya itu Desa Pakraman Renon juga telah menanam berbagai pohon yang sudah langka. Seperti majegau, intaran, sentul, manggis, ceroring. “Untuk membangkitkan perekonomian masyarakat  Desa Pakraman Renon, kami mensinergikan empat pilar (Subak, Anggota Banjar, Anggota Sekaa Teruna, Unit-Unit Usaha Desa lainnya),” kata Made Sutama.

Ketua Yayasan Bhuana Sari Blahbatuh Gianyar, I Gusti Ngurah Oka Ambara, mengapresiasi upaya Pemkot Denpasar khususnya Desa Pakraman Renon yang telah ikut melestarikan pohon Kelapa Daksina. Pohon Kelapa Daksina sangat penting dikembangkan di Bali, karena buahnya dibutuhkan untuk upakara, sehingga tidak harus didatangkan dari luar daerah Bali. ‘’Dengan kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pakraman Renon, saya harapkan daerah lainnya juga ikut mengembangkan kelapa daksina ini,’’ pungkas Oka Ambara.

Lihat juga...