Penuhi Sanksi, Pemangku Adat Minta Nelayan Aceh Barat Dibebaskan

MEULABOH  – Panglima Laot atau ketua pemangku hukum adat laut Kabupaten Aceh Barat, Amiruddin, meminta nelayan yang ditahan oleh pemangku adat laut Lhok Calang, Aceh Jaya, agar segera dibebaskan karena telah menjalani semua sanksi adat.

“Harusnya nelayan kita sudah dibebaskan karena sudah jalani sanksi pelanggaran hukum adat, nelayan tidak boleh melaut selama tujuh hari dan hasil tangkapan dibagi. Tapi sampai saat ini nelayan belum bisa pulang,” katanya di Meulaboh, Jumat.

Satu unit armada bersama tiga nelayan diamankan pihak berwajib bersama dengan tokoh nelayan Lhok Calang, Kabupaten Aceh Jaya pada Jumat (12/4) karena menjaring ikan pada hari Jumat, sebab hal itu melanggar hukum adat laut di Aceh.

Setelah diamankan, armada nelayan tersebut ditahan selama tujuh hari tidak dibenarkan pulang atau melaut, hasil tangkapan dibagi tiga, dua bagian sebagai denda dan satu bagian untuk nelayan tersebut.

Saat dilakukan negosiasi, kesepakatan diperoleh, bahwa armada serta nelayan hanya disanksi selama empat hari, sebagai pertimbangan adalah sudah sangat mendekati hari pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019.

“Keputusan mereka (pemangkut adat) Aceh Jaya yang tentukan, tetapi entah kenapa sampai hari ini nelayan kita belum dipulangkan. Kita berharap hukum adat tetap berjalan sesuai dengan ketentuan, jangan ada denda tambahan,” imbuhnya.

Lihat juga...