Peringatan Hari Kartini, Museum Pak Harto Diserbu Anak-anak

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Bertepatan dengan hari libur sekaligus Peringatan Hari Kartini, suasana Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto yang terletak di dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul sejak beberapa hari terakhir nampak selalu ramai. Ribuan pengunjung yang didominasi anak-anak sekolah nampak memadati museum Bapak Pembangunan Indonesia itu.

Sejumlah rombongan terlihat berdatangan dari berbagai daerah dengan menggunakan kereta mini. Saking banyaknya rombongan yang berkunjung, lokasi parkir museum pun nampak penuh sesak. Bahkan tercatat rata-rata ada sekitar 24 kereta mini berisi penuh penumpang yang datang setiap harinya.

Rata-rata pengunjung Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto adalah anak-anak sekolah usia TK dan SD. Mereka datang bersama orangtua/wali murid serta guru sekolah masing-masing. Mengenakan atribut pakaian daerah khas hari Kartini, anak-anak sekolah itu berkeliling serta menggelar berbagai kegiatan di Moseum.

Kepala Museum Memorial HM Soeharto, Gatot Nugroho. Foto: Jatmika H Kusmargana

Kepala Moseum Memorial HM Soeharto, Gatot Nugroho menyebutkan, peringatan Hari Kartini memang selalu menjadi momentum bagi museum untuk menerima banyak kunjungan. Pasalnya berbagai sekolah khususnya TK dan SD akan berbondong-bondong untuk mengisi kegiatan hari Kartini.

“Setiap Peringatan Hari Kartini museum memang selalu ramai. Karena banyak sekolah yang mengisi kegiatan di museum ini. 2018 lalu, tercatat ada 4.200 pengunjung yang datang. Sedangkan 2019 ini, sejak hari Sabtu kemarin sudah ada lebih dari 2.000 pengunjung. Hari Senin dan Selasa ini rencananya juga akan ada ribuan pengunjung yang datang,” katanya.

Selain untuk mengenal lebih dekat sosok Pak Harto sebagai tokoh nasional, anak-anak sekolah ini juga datang ke Museum Memorial HM Soeharto untuk menggelar berbagai kegiatan. Memanfaatkan Pendopo yang ada, secara bergantian mereka menggelar sejumlah kegiatan seperti menyanyi dan menari.

Pihak pengelola Museum Memorial HM Soeharto sendiri selalu terbuka dan menerima setiap kunjungan yang berisi berbagai kegiatan tersebut. Selain mengenalkan sosok Pak Harto, pengelola juga selalu berupaya mengajak setiap pengunjung khususnya anak-anak sekolah untuk memiliki sikap nasionalisme, cinta tanah air, menghormati jasa pahlawan serta para guru.

“Kepada setiap pengunjung khususnya anak-anak kita selalu berupaya menanamkan sikap nasionalisme, cinta tanah air, serta menghormati jasa para pahlawan serta guru. Sebelum berkeliling Museum dan menggelar kegiatan pemutaran film, biasanya di awal kita ajak anak-anak untuk menyanyi bersama lagu-lagu seperti Indonesia Raya, Ibu Kita Kartini, hingga lagu Hymne Guru,” katanya.

Suasana Museum Memorial HM Soeharto yang nampak begitu ramai saat Peringatan Hari Kartini. Foto: Jatmika H Kusmargana

“Kita selaku pengelola tidak pernah menarik biaya sedikitpun kepada para pengunjung yang datang dan menggelar acara disini. Mungkin karena itu pengunjung Museum Memorial HM Soeharto ini selalu ramai. Bahkan banyak pengunjung yang berasal dari luar Bantul, seperti Kota Jogja, Sleman, hingga Muntilan yang datang untuk mengisi kegiatan hari Kartini  dengan naik kereta mini bersama rombongan,” ungkapnya.

Lihat juga...