hut

Permohonan Visa Schengen di Indonesia Meningkat

Ilustrasi Visa (Ant)

LONDON – Permohonan visa Schengen ke negara-negara di Eropa yang diajukan Indonesia meningkat sekira 10 ribu.

Peningkatan tersebut terjadi antara 2017 ke 2018. Pengajuan di 2018 tercatat sebanyak 210.468 visa (tipe A dan C). Sementara di 2017 ada pengajuan sebanyak 199.353 visa. Aktivis Gerakan Bebas Visa, Ivan Ronaldo, mengatakan, di 2018 ada  3.688 pengajuan di antaranya yang ditolak atau sebanyak 1,8 persen. Sementara di 2017, tingkat penolakannya sebesar 1,4 persen.

”Secara sekilas, memang ada kenaikan tingkat penolakan visa Schengen yang diajukan di Indonesia pada 2018. Tapi kalau kita lihat lebih jauh, ada kenaikan permohonan visa Schengen sebesar kurang lebih 10.000 pada tahun lalu. Jadi, tidak bisa langsung disimpulkan kalau Indonesia mengalami kemunduran persoalan penerbitan visa Schengen,” tandasnya, di London, Sabtu (20/4/2019).

​​Meskipun ada kenaikan tingkat penolakan, diharapkannya, hal tersebut tidak berimbas negatif kepada negosiasi bebas visa Schengen oleh Kementerian Luar Negeri RI. Hingga saat ini negosiasi tersebut masih berjalan di lapangan. “Kami berharap sekali suatu saat akan ada fasilitas bebas visa Schengen, sehingga WNI tidak perlu lagi mengurus visa sebelum keberangkatan,” ujarnya.

Komisi Eropa (European Commission) kembali merilis statistik penerbitan visa Schengen sepanjang 2018. Secara keseluruhan, sebanyak 16.007.785 permohonan visa Schengen diajukan dari seluruh dunia. Angka tersebut mengalami kenaikan sebanyak kurang lebih 1,4 juta dibandingkan dengan kondisi di 2017. Wacana bebas visa Schengen bagi WNI, sudah berkali-kali diangkat Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, sejak 2015 lalu.

Wacana tersebut disampaikan, saat mengadakan pertemuan dengan berbagai perwakilan dari blok yang berisikan 26 Negara di benua Eropa tersebut. Sayangnya, sampai hari ini belum ada tindak lanjut dari pihak Eropa terkait hal tersebut. Visa Schengen yang diolah oleh statistik tersebut adalah uniform visa, yakni visa tipe A dan C. Visa Schengen tipe A adalah untuk keperluan transit, sedangkan tipe C adalah visa yang sehari-hari digunakan untuk kunjungan singkat, seperti wisata dan kunjungan keluarga.

Dibandingkan dengan negara tetangga, Indonesia termasuk yang paling rendah tingkat penolakannya. Thailand berada pada level penolakan 3,3 persen, dan Filipina 8,2 persen. Kedua negara tersebut juga mengalami kenaikan tingkat penolakan visa Schengen di negaranya, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Rusia tercatat sebagai negara penyumbang permohonan visa Schengen terbesar di dunia, disusul Tiongkok. Rusia mencatat tingkat penolakan visa Schengen di negaranya sebesar 1,6 persen dan Tiongkok sebesar 3,7 persen.

Selain visa Schengen, Komisi Eropa juga menerbitkan statistik permohonan visa Bulgaria, Kroasia, dan Romania. Ketiga Negara tersebut saat ini bukanlah bagian dari Negara Zona Schengen. Di Indonesia, tingkat penolakan untuk visa Bulgaria adalah 3,4 persen. Untuk Kroasia 0,8 persen dan Romania 7,6 persen. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!