Persiba Resmi Dikelola Gede Widiade

Editor: Mahadeva

BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan resmi dikelola investor baru. Pengelola lama, Rahmad Mas’ud, mengundurkan diri pada Maret 2019 lalu.

Mantan Direktur Umum Persija Jakarta, Gede Widiade, resmi mengambil alih pengelolaan Persiba. Pengambilalihan Beruang Madu tersebut, disaksikan langsung Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, Sekretaris Daerah (Sekda) Balikpapan Sayid MN Fadli dan mantan Presiden Persiba Syahril HM Taher, di Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (29/4/2019).

“Senin (20/4/2019, hari ini, memang terjadi peralihan saham, karena kalau saya tidak memiliki saham untuk seluruhnya. Maka tidak mungkin mengelola dengan optimal,” kata Gede Widiade.

Gede menyebut, sebelum resmi mengambilalih seluruh saham Persiba, terdapat dua kesepakatan yang dibuat bersama Pemerintah Kota Balikpapan. Kesepakatan tersebut ditegaskannya, tidak boleh dilanggar. Salah satunya, esepakatan nama dari Persiba Balikpapan atau Persiba tetap.

Pengambilalihan tim kebanggaan masyarakat Kota Balikpapan tersebut, menurut Gede, dilakukan setelah ada tawaran langsung dari Sekda Kota Balikpapan Sayid MN Fadli dan mantan Presiden Persiba Syahril HM Taher. “Saya kemari karena atas permintaan Pak Sekda yang merupakan sahabat saya dari Surabaya. Kedua karena persahabatan saya dengan Irfan Taufik (Mantan Sekretaris Persiba) karena kita bersama pengelola bola,” urainya.

Gede menyebut, saat ini yang paling penting adalah, menyelematkan Persiba. “Jadi, kalau saya sama beliau sudah hubungan lama sekali. Cuma, saya kalau tidak dipanggil beliau tidak mungkin saya kemari. Dipikir saya cari apa-apa disini,” tandasnya.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, menyebut, investor baru pemegang Persiba Balikpapan adalah, Gede Widiade. Penandatanganan dokumen kesepakatan peralihan pengelolaan sudah dilakukan. “Kita sudah tandatangani perjanjiannya bersama Pak Syahril. Memang Dia minta agar dilakukan serapi mungkin dokumen-dokumen hukumnya, supaya tidak ada persoalan lagi dikemudian hari, yang bisa menghambat Persiba,” tukasnya.

Disebutkan Rizal, investor juga minta dukungan penuh dari Pemerintah Kota Balikpapan dan seluruh masyarakat pecinta sepakbola. Khususnya menyangkut fasilitas maupun infrastruktur yang bisa digunakan Persiba. “Ada beberapa hal yang diminta, karena Persiba tidak bisa dibawa keluar, artinya Dia minta dukungan penuh dari pemerintah kota, dari masyarakat pencinta sepakbola di Balikpapan, juga pengusaha. Karena dukungan itu sangat penting untuk membantu Persiba,” tambah Rizal Effendi.

Salah satu yang menjadi kebutuhan utama adalah mes skuat Persiba maupun lapangan untuk latihan. Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan Tenis Center, untuk akomodasi skuat Persiba. “Kemudian Dia juga minta dukungan kita menyiapkan (akomodasi), di Tenis Center itu kan disana ada mes, supaya bisa dimanfaatkan Persiba untuk menghemat biaya,” ujarnya.

Sedangkan untuk lapangan latihan, kemungkinan akan menggunakan lapangan Poni Kebun Sayur. Atau meminjam lapangan milik Lanud maupun lapangan Sudirman milik Kodam VI mulawarman. “Ada beberapa langkah yang dilakukan, supaya Persiba bisa bangkit dan efisien. Lapangan Batakan terbatas, kita menjajaki lapangan Lanud atau milik Kodam sebagai tempat latihan sementara,” ujarnya.

Lihat juga...