Petani Kopi Arabika di Pyramid Butuh Fasilitas Pemasaran

Kopi, ilustrasi - Dok: CDN

WAMENA – Petani kopi Arabika yang ada di Distrik Pyramid, Kabupaten Jayawijaya membutuhkan fasilitas penunjang pemasaran.

Fasilitas yang dibutuhkan seperti, kendaraan untuk mengangkut biji kopi. Pengangkutan dibutuhkan dari enam distrik, untuk dibawa, diolah, serta dijual ke pusat kota kabupaten. Petani Kopi Distrik Pyramid, Torsina Wenda, mengatakan, lahan kopi yang dikelola 12 Kepala Keluarga di Kampung Perabaga, mencapai delapan hektare. Setiap hektare ditanami 1.600 pohon. Ada empat jenis kopi berbeda yang ditanam di daerah tersebut.

Empat jenis kopi yang ditanam tersebut adalah kopi asal-asalan, kopi boks, kopi handi dan natural. Masing-masing memiliki tingkat harga berbeda. Kopi termahal adalah kopi natural. Usaha itu masih terus berjalan, hanya saja petani terkendala kendaraan pengangkut. Selain itu, petani  juga terkendala biaya pemetikan saat saat panen raya. Saat panen raya tenaga dari 12 kepala keluarga tidak mampu memanen seluruhnya.

Dibutuhkan anggaran untuk, membayar tambahan tenaga panen. “Biasa kami panen per minggu. Satu kali panen ada 200-300 kilogram dan kami jual ke kota. Untuk gabah kami jual Rp60 ribu. Kalau biji kopi kering Rp100 ribu khususnya kopi standar. Kalau kopi natural Rp250 ribu per kilogram,” jelasnya.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banya, mengatakan, pemerintah akan mengupayakan bantuan kendaraan bagi Torsina Wenda dan kelompoknya. Selain memiliki kebun, mereka juga biasa menampung biji kopi dari enam distrik lain yang ada di daerah tersebut.

“Kami juga akan melihat untuk memberikan kendaraan supaya Ibu Torsina bisa menjangkau enam distrik yang masuk wilayah belanjanya. Enam distrik ini ibu Torsina yang beli, ditampung, dijemur, sampai dengan penjualan,” jelasnya.

Lihat juga...