hut

Polda Sumsel Geser Pasukan Pengamanan TPS

Apel personel TNI-POLRI, ilustrasi -Dok: CDN

PALEMBANG – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menggelar apel pergeseran pasukan pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS), Pemilu 2019.

Apel untuk mengecek kesiapan ribuan pasukan pengamanan TPS, dipimpin Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara digelar di Mapolda, Palembang, Minggu (14/3/2019).

Irjen Zulkarnain menyebut, pihaknya menempatkan personel di TPS berdasarkan tingkat kerawanan. Jumlah personel mempertimbangkan potensi adanya sasaran gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). “Pada pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 17 April 2019, disiagakan polisi di setiap TPS. Untuk menentukan jumlah personel yang bertugas, dilakukan berdasarkan tingkat kerawanan,” jelasnya, usai memimpin apel.

Untuk mengamankan 25 ribu TPS di Sumsel, disiagakan 11 ribu personel gabungan dari Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya. Pengamanan di TPS yang tergolong aman, dilakukan dengan pola pengamanan 10 TPS diawasi dua anggota Polri. Katagori keamanan kurang rawan, empat TPS diawasi dua anggota Polri.

Sedangkan pengamanan satu TPS rawan, ditempatkan satu polisi dan dua anggota Linmas, serta satu TPS sangat rawan disiagakan dua polisi dan dua Linmas. Polda Sumsel didukung jajaran Kodam II Sriwijaya, dan anggota Linmas, berupaya secara maksimal mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas. Mulai dari proses persiapan logistik Pemilu, masa kampanye, masa tenang, hari pemungutan suara, proses penghitungan suara, penetapan dan pelantikan pemenang.

Dengan pengamanan secara maksimal, diharapkan masyarakat merasa aman dan nyaman datang ke TPS pada 17 April, untuk menyalurkan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani. Selain itu diharapkan pula proses penghitungan surat suara bisa berjalan dengan aman dan tertib, sehingga hasilnya dapat diterima oleh semua peserta Pemilu. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!