Polisi Capitol Diminta Pelocy Menjaga Keselamatan Ilhan Omar

156
Ilustrasi -Foto: Dokumentasi CDN

WASHINGTON – Personel keamanan Capiltol Hill, diminta menjaga keselamatan Ilhan Omar, Muslimah anggota Kongres yang menjadi sasaran video Presiden Donald Trump, mengenai serangan teror 11 September 2001.

“Setelah cuitan Presiden, saya berbicara dengan Sersan yang Ditunjuk untuk memastikan Polisi Capitol melaksanakan penilaian keamanan bagi keselamatan Anggota Kongres Ilhan Omar, keluarganya dan stafnya,” kata Ketua Parlemen AS, Nancy Pelosi, dalam sebuah pernyataan.

Nancy menyebut, Dia akan terus memantau dan menangani ancaman yang dihadapi. Sebelumnya, Pada Jumat (12/4/2019) Trump mencuitkan, Kami Takkan Pernah Lupa, yang disertai video 43 detik, yang menampilkan pernyataan Ilhan Omar saat berbicara di Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR), organisasi Islam terbesar di negeri tersebut, pada Maret.

Di dalam pidatonya, Ilhan mengatakan, CAIR didirikan setelah 11/9, karena mengakui bahwa sebagian orang melakukan sesuatu. “Dan kita semua mulai kehilangan akses ke kebebasan sipil kita,” tandasnya.

Pelosi juga menyeru kepada Trump, agar mencabut videonya, yang digambarkan sebagai, tidak terhormat dan berbahaya. “Kata-kata Presiden berbobot satu ton, dan retorikanya yang menyulut kemarahan dan kebencian menciptakan bahaya nyata. Presiden Trump harus mencopot videonya yang berbahaya dan tidak terhormat,” kata Pelosi.

Di dalam tanggapan terhadap cuitan Trump, Ilhan Omar mengatakan, Tak seorangpun, tak peduli betapa korup, tidak mampu atau kejam, dapat mengancam cinta saya yang tak tergoyahkan buat Amerika. Saya takkan goyah untuk terus berjuang bagi kesetaraan dalam upaya kita mewujudkan kebahagiaan buat semua orang Amerika,” tandasnya.

Ilhan Omar, anggota Demokrat yang mewakili Distrik Ke-5, adalah satu dari dua Muslimah yang dipilih menjadi anggota Kongres AS. Nama lainnya adalah, Rashida Harbi Tlaib dari Michigan. Ilhan Omar menghadapi serangkaian serangan dan ancaman mati, dalam beberapa pekan belakangan. Selain kecaman sejak Dia mengeluarkan komentar yang menentang Israel, dan sekarang komentar yang dikeluarkan mengenai serangan 11 September.

Pada Jumat lalu, seorang pria di New York didakwa mengancam untuk menyerang dan membunuh Ilhan Omar. Lelaki tersebut dilaporkan mengatakan, Ia (Ilhan Omar) adalah seorang teroris. Saya akan memasukkan peluru di batok kepalanya (yang cabul).

Jejaring selebriti Blast menyebut. pada Maret, satu ancaman bom disampaikan ke satu hotel, dimana  Ilhan dijadwalkan akan berbicara.  Seorang perempuan menelepon hotel itu dan mengatakan, Ilhan Omar adalah bahaya buat masyarakat dan mengancam akan meledakkan bangunan tersebut kalau mereka melanjutkan acara itu. (Ant)

Lihat juga...