hut

Politik Uang Ditemukan di Deli Serdang dan Asahan

Warga memakai topeng sambil menunjukkan stiker bertuliskan "Tolak dan Lawan Politik Uang" saat mengikuti Sosialisasi pengawasan partisipasi dan deklarasi tolak politik uang di Kudus, Jawa Tengah, Minggu (17/3/2019). Kegiatan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) setempat itu untuk memberi pendidikan warga tentang Pemilu (pemilihan umum) serta mengajak warga untuk menolak politik uang (money politic) - (Foto Ant)

SUMATERA UTARA – Praktik dugaan pelanggaran pidana pemilu berupa politik uang (money politics) ditemukan terjadi di kawasan Deli Serdang dan Asahan.

“Tidak bisa kita katakan tidak ada, kenyataannya sejauh ini pihak kita sudah menerima laporan terjadinya politik uang di beberapa daerah di Sumatera Utara, di antaranya Deli Serdang dan Asahan,” jelas Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Syafrida R Rasahan, Sabtu (13/4/2019).

Syafrida mengatakan, pihaknya sedang memproses daerah-daerah yang diketahui menjadi lokasi praktik politik uang. “Saat ini untuk Deli Serdang dan Asahan sedang kita proses,” tandasnya.

Hanya saja, Syafrida menyebut, berapa kasus yang sudah ditangani, baik itu temuan Panwas Kabupaten dan Kota, Panwas Kecamatan, maupun laporan langsung dari masyarakat, rata-rata tidak disertai dengan bukti yang jelas. “Sejauh ini banyak orang melaporkan tetapi tidak memiliki alat bukti baik itu foto, video, maupun saksi. Tetapi, kita tetap memproses laporan-laporan tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, mencegah kejadian tersebut, Bawaslu sudah melakukan upaya pencegahan. Salah satunya dengan mengadakan patroli yang melibatkan panwas kabupaten dan kota, pengawas desa, dan Pengawas Tempat Pemungut Suara (TPS), kemudian patroli akan dilanjutkan pada masa tenang.

“Kemarin kita sudah melakukan apel siaga dalam rangka patroli pengawasan pencegahan politik uang pada masa tenang menuju hari pemungutan suara,” ungkapnya.

Masyarakat juga diminta untuk melaporkan, apabila menemukan atau mengetahui adanya dugaan pelanggaran pemilu. “Kami berharap peran serta masyarakat untuk mensukseskan Pemilu 2019 ini. Tolak jika ada pihak atau oknum yang mau memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu yang sifatnya bisa dikategorikan sebagai politik uang, karena peran serta masyarakat itu sangat penting,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...