Polres Jakbar Amankan Anggota Sindikat Narkoba Internasional

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Polres Jakarta Barat berhasil menggagalkan peredaran narkoba jaringan internasional. Dua orang tersangka berinisial HT dan MS, yang tercatat sudah dua kali lolos dari buruan polisi, berhasil diamankan.

Kedua pelaku memiliki srategi menjalankan aksi dengan mengirim narkoba ketika banyak pihak sibuk mengurusi Pemilu 2019. “Jadi intinya memanfaatkan momen pemilu, karena berpikir anggota semua akan nge-PAM, tapi ternyata tidak, anggota tetap memasang semua jaringan informasi sehingga kita bisa dapatkan,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Argo Yuwono, di Mapolres Metro Jakarta Barat, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (25/4/2019).

Pelaku mengirim barang haram dari Pekanbaru ke Balaraja menggunakan jalur darat. Pelaku menyamarkan sabu dengan arang di dalam truk kontainer. Namun, modus tersebut tidak berhasil untuk ketiga kalinya, polisi menangkap kendaraan pembawa sabu ketika melintas di Tol Bakauheni, Lampung.

“Keberhasilan Polres Jakbar ini mengungkap jaringan internasional, Myanmar, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Pelaku ini adalah pengiriman yang ketiga kali. Pertama dan kedua lolos, yang ketiga baru ketangkap,” tegas Argo.

Argo mengatakan para tersangka terlibat dalam jaringan internasional Myanmar-Thailand-Malaysia dan Indonesia. Pengungkapan berhasil dilakukan, berawal dari informasi adanya penyusupan narkoba ke Indonesia. “Ini adalah pengembangan tangkapan Polres Jakbar pada November 2018, yang saat itu mengamankan 40 kilogram sabu dan dikembangkan yang sekarang mendapat 120 kilogram,” tambah Argo.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi, menuturkan, lima karung sabu tersebut yang berhasil diamankan, disamarkan dengan arang di dalam mobil kontainer. Barang diamankan di Tol Bakauheni, Lampung.

Polisi sengaja mengamankan barang bukti sebelum sampai Banten dan Jakarta. Sebab, apabila sampai di Jakarta kemungkinan lima karung sabu akan dipecah dan disebar ke seluruh daerah. “Ini adalah salah satu strategi tim kami yaitu preemtif strike. Kita serang sebelum sampai ke Jakarta. Karena apabila sudah sampai ke Jakarta dan barang sudah dibagi, maka akan susah lagi ditangkap,” tandas Hengki.

Hengki menilai pengungkapan narkoba secara masif bisa menghilangkan stigma negatif, bahwa Jakarta Barat sebagai sarang peredaran narkoba. Terlebih, merujuk analisis internal polisi, narkoba erat dengan kejahatan jalanan. “Hampir semua pelaku kejahatan jalanan yang ada terjadi di Jakbar, kemarin yang ironis pelaku anak di bawah umur, semuanya sebelum melakukan kejahatannya menggunakan narkoba,” tandasnya.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz, menuturkan, rencananya lima karung sabu dengan berat 120 kilogram tersebut akan diedarkan di Pulau Jawa. “Mereka tidak hanya menyebar ke Banten dan Jakarta saja, tapi ke seluruh Pulau Jawa, karena ini barang bukti cukup banyak,” tutur Erick.

Erick menyebut, pelaku sudah tiga kali mengedarkan sabu dengan modus menyamarkan dengan arang. “Polanya sama dan kami tidak mau barang haram ini lolos dan diedarkan di masyarakat maka kami langsung tangkap di Tol Bakauheni, Lampung,” ujar Erick.

Erick menyebut, masih mengembangkan kasus tersebut untuk memburu bandar besar di jaringan Internasional tersebut. Salah satu pemilik sabu seberat 120 kilogram tersebut merupakan bos arang. Sehingga, kamuflase yang dilakukan dengan pengiriman arang dari Pekanbaru, Riau berjalan mulus.

Secara kasat mata dalam mobil kontainer hanya ada arang. Namun jika diperiksa secara menyeluruh, maka akan terlihat lima karung berisi sabu. “Ini untuk mengelabui polisi. Tapi kami sudah intai ini dari Pekanbaru, Riau dan kami langsung tangkap di Tol Bakauheni. Dia taruh karungan sabunya ngacak ada yang di tengah dan di belakang,” ungkap Erick.

Pelaku sudah tiga kali mengantar dengan mobil kontainer yang sama. Artinya, pelaku sudah terbiasa menyelundupkan sabu dengan modus serupa. “Waktu dua kali kirim sabu, dia pakai mobil ini juga. Jadi pas ketiga kalinya kami langsung tangkap,” tandasnya.

Hingga saat ini polisi masih memburu pelaku lain berinisial AS yang masih berstatus DPO. “Kami masih buru pelaku lain berinisial AS yang mengirim sabu dari Malaysia menggunakan speed boat ke Bengkalis Riau,” tuturnya.

Sebelumnya, polisi menangkap tiga orang anggota sindikat narkoba yang menyelundupkan lima karung sabu ke Jakarta. Kelompok ini ditangkap dua hari menjelang hari pencoblosan atau tepatnya Senin, 15 April 2019. Ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni JJ alias LO (36), HT alias TN (42), dan MS alias KK (51).

Polisi menangkap sopir berinisial JJ. Dari penangkapan JJ berkembang, sehingga polisi berhasil mengetahui pemilik sabu berada di Pekanbaru, Riau. “Tapi anggota setelah menangkap truk itu kembali ke Jakarta untuk mengamankan TPS, baru setelah 17 April, setelah pengamanan TPS sudah dikirim ke PPK, anggota Polres Jakbar berangkat kembali ke Pekanbaru, kemudian menangkap siapa yang mengaku sebagai pemilik inisial H sama M,” paparnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 112, 114, dan 132 Tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Lihat juga...