hut

Potensi Pangsa Syariah Besar, OJK Gelar Islamic Banking

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Guna mendorong penetrasi perbankan syariah di Provinsi Kalimantan Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Expo Perbankan dan Keuangan Syariah di Balikpapan mulai hari ini hingga 7 April 2019.

Expo ini diikuti oleh 15 peserta di antaranya Bank Danamon Syariah, Bank Kaltimtara Syariah, BRI Syariah, BNI Syariah, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat Syariah, BTN Syariah, Bank Sinarmas Syariah, OCBC NISP Syariah, Maybank Syariah, CIMB Niaga Syariah, dan ASKRINDO Syariah.

Komisoner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sarjito Deputi, menjelaskan potensi pangsa pasar perbankan syariah sangat besar. Apalagi berdasarkan Provinsi Kaltim berpenduduk 80 persen beragama Islam.

“Potensi dan peluang di daerah harus ditangkap. Hanya saja memang perlu sosialisasi untuk mendorong pemahaman masyarakat,” katanya usai membuka Expo Perbankan Syariah, Jumat sore.

Suasana konferensi pers: Sarjito Deputi Komisoner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Dwi Ariyanto Kepala OJK Kaltim, dan Herry Hikmanto Direktur Danamon Syariah – Foto: Ferry Cahyanti

Disebutkannya, saat ini pangsa pasar syariah masih kecil namun pertumbuhannya tiap tahun selalu naik.

“Nah tugas kita untuk meningkatkan pasar, salah satunya melalui acara ini. Dan kali ini bertepatan di Balikpapan  menjadi tuan rumah dan Danamon Syariah menjadi host,” bebernya.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan OJK Kaltim, Dwi Ariyanto mengatakan, pertumbuhan perbankan syariah di Kaltim saat ini menunjukkan peningkatan.

Bahkan di bulan Februari 2019 dibanding tahun lalu, berada di posisi growth.

Menurut data OJK Provinsi Kaltim, aset pada Februari tumbuh sebesar 30,73 persen (yoy) atau senilai Rp7,34 triliun. Lebih baik dari pertumbuhan nasional yakni 13,04 persen.

Kemudian, kredit tumbuh 10,16 persen (yoy) atau Rp 4,81 triliun. Dana pihak ketiga sebesar Rp 7,13 triliun atau tumbuh di posisi 31,47 persen (yoy). Lebih baik dari angka nasional yakni 12,88 persen.

“Akan tetapi pangsa perbankan syariah ini masih kecil dibanding konvensional. Share aset hanya 6,76 persen, kredit 6,41 persen, dan DPK 7,16 persen,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Direktur Danamon Syariah, Herry Hikmanto. Ia mengungkapkan dalam meningkatkan pangsa pasar itu terus dilakukan perbaikan dengan mengeluarkan berbagai inovasi.

“Yang kami lakukan memanfaatkan kantor cabang Danamon. Jadi ketika ke Danamon konvensional, masyarakat bisa memilih apakah mau menggunakan produk syariah atau tidak,” tandasnya.

Ia menambahkan, melalui expo perbankan syariah, masyarakat yang datang bisa langsung bertanya tentang produk-produk keuangan syariah dan keunggulannya.

“Produk yang ditawarkan seperti tabungan, tabungan untuk menunaikan haji, umrah, dan lainnya,” tambahnya.

Lihat juga...