Ribuan Pengawas Antisipasi Politik Uang di Magetan

238
Warga memakai topeng sambil menunjukkan stiker bertuliskan "Tolak dan Lawan Politik Uang" saat mengikuti Sosialisasi pengawasan partisipasi dan deklarasi tolak politik uang di Kudus, Jawa Tengah, Minggu (17/3/2019). Kegiatan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) setempat itu untuk memberi pendidikan warga tentang Pemilu (pemilihan umum) serta mengajak warga untuk menolak politik uang (money politic) - (Foto Ant)

MAGETAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Magetan, Jawa Timur, melibatkan 2.300 pengawas, untuk menggelar patroli pelanggaran Pemilu 2019.

Kegiatan tersebut, guna mengantisipasi praktik politik uang, yang rawan terjadi selama masa tenang. Ketua Bawaslu Kabupaten Magetan, Hendrad Subyakto, mengatakan, pengawasan dan patroli pelanggaran pemilu tersebut dilakukan untuk mewujudkan Pemilu yang berjalan bersih dan jujur. “Kami melibatkan seluruh jajaran bawaslu. Mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga PTPS, untuk melakukan pengawasan dan patroli politik uang,” ujar Hendrad, MInggu (14/4/2019).

Selain mengawasi praktik politik uang, pengawas juga akan mengawasi adanya berita-berita hoaks, ujaran kebencian, serta konten-konten negatif lainnya. Bawaslu memastikan akan menindak tegas temuan pelanggaran pemilu, terutama praktik politik uang, yang rentan terjadi jelang pencoblosan.

Adapun penanganan dan penindakan, tetap mengikuti prosedur yang ada, dengan pemeriksaan saksi dan bukti material yang cukup. Guna memaksimalkan proses patroli, Bawaslu Magetan sebelumnya telah melakukan Apel Masa Tenang Pengawasan Patroli Politik Uang bersama seluruh personel yang terlibat.

Sesuai rencana, patroli politik uang dan pelanggaran pemilu tersebut akan dilakukan selama masa tenang, hingga berlangsungnya pemungutan suara. Masa tenang Pemilu 2019 berlangsung pada 14 hingga 16 April atau tiga hari sebelum pencoblosan pada 17 April 2019. (Ant)

Lihat juga...