Satu TPS di Mukomuko Direkomendasi PSU

Ilustrasi - [Ant]

MUKOMUKO – Satu Tempat Pemungutan Suara di Kecamatan Penarik, Mukomuko direkomendasikan untuk menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Ketua Bawaslu Kabupaten Mukomuko, Padlul Azmi, mengatakan, rekomendasi PSU mempertimbangkan usulan dari Pengawas TPS. Petugas pengawas menemukan adanya pelanggaran Pemilu di TPS. Pengawas TPS di Kecamatan Penarik menemukan sedikitnya 15 orang yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), DPTb dan Daftar Pemilih Khusus (DPK), tetapi menggunakan hak pilih di TPS.

“Sebanyak 15 orang pemilih di TPS ini hanya memiliki identitas Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-e), tetapi tidak berbasis domisili sehingga mereka tidak sah menggunakan hak pilih di TPS tersebut,” ujarnya.

Padahal, ada sejumlah warga dari luar daerah, yang bekerja di daerah tersebut dan hanya memiliki KTP-e. Hanya saja, karena tidak berbasis domisili, tetap tidak bisa menggunakan hak pilih di TPS yang ada. Bawaslu melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur. Tidak hanya warga yang hanya memiliki KTP-e, tetapi tidak berbasis domisili tidak boleh memilih di TPS Kecamatan Kota Mukomuko, termasuk di TPS lain.

Untuk itu, Bawaslu merekomendasikan PSU di TPS Kecamatan Penarik. karena Peraturan KPU tentang pemungutan suara berlaku sama terhadap semua TPS. Bawaslu memberikan waktu paling lama 10 hari setelah hari pencoblosan, bagi KPU setempat untuk melaksanakan PSU.
Diyakini, KPU akan melaksanakan pemungutan suara ulang di TPS Kecamatan Penarik, sebelum 10 hari setelah pencoblosan pada 17 April 2019. (Ant)

Lihat juga...