hut

Sebanyak 2.417 SMP dan MTs di Sulsel Siap Gelar UN

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi (kiri) saat melakukan pemantauan UNBK SMA di kantor Disdik Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar

MAKASSAR – Pemprov Sulawesi Selatan melalui Dinas Pendidikan menyatakan, 2.417 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di daerahnya, siap menggelar Ujian Nasional.

Ujian Nasional (UN) akan digelar serentak pada 22 hingga 25 April 2019. Kepala Disdik Sulsel, Irman Yasin Limpo, menyebut, SMP yang akan melaksanakan UN ada 1.684 sekolah, sementara untuk MTs ada 773 sekolah. “Kalau upaya sama dengan sebelumnya, saat untuk SMA. Kita sudah lakukan kordinasi dengan pihak terkait, seperti PLN dan telkom untuk mengawal kelancaran ujian nasional,” tandasnya, Sabtu (20/4/2019).

Pelaksanaan UN untuk SMP dan Mts di Sulawesi Selatan, terbagi menjadi dua, yakni Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Disdik menyebut, 498 SMP akan melaksanakan UNKP, sementara tidak ada MTs yang menggelar ujian secara manual tersebut.

Koordinator Help Desk UNBK Propinsi Sulawesi Selatan, Firdausi Topuriti, menyebut, kordinasi intensif telah dilakukan dengan Dinas Pendidikan di 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Hal itu sebagai upaya meminimalisir kendala, atau hambatan selama proses ujian. “Kita sudah berkordinasi dengan instansi terkait untuk mengikuti aturan main sesuai juknis (petunjuk teknis) yang ada, meminimalisir semua masalah-masalah sebagaimana yang kita lakukan di SMA/SMK sebelumnya,” tandasnya.

Beberapa yang menjadi perhatian adalah, penyediaan server cadangan, dan penggunaan UPS (baterai cadangan). Sebagai upaya preventif, Disdik Sulsel juga menyediakan sebuah aplikasi yang disebut file fast respon, yang berguna saat terjadi permasalahan pada server akibat kerusakan. “Seluruh pekerjaan siswa tersimpan dengan baik dan beralih ke cadangan dan saat mengaktifkan kembali file fast respon itu, pekerjaan siswa akan kembali seperti semula,” katanya.

UN akan digelar pada 22 hingga 25 April 2019. Akan dimulai dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, disusul Matematika, Bahasa Inggris dan hari terakhir yakni Ilmu Pengetahuan Alam. Mengawal pelaksanaan UNBK, setiap sekolah akan disiagakan pihak keamanan dari kepolisian dan binmas setempat.

Sebelumnya, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar (Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat), Bambang Yusuf menegaskan, pihaknya akan memastikan keadaan suplai listrik pada UNBK. Beberapa PLN unit melakukan pengawasan intens. “Seperti pemilu 2019, kita juga akan mengambil peran pada pelaksanaan UNBK SMP/Mts, sesuai dengan semboyan PLN yang selalu hadir untuk negeri,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...