Sedia Genset, Antisipasi Listrik Padam Saat UNBK

Editor: Satmoko Budi Santoso

206

JEMBER – Kelancaran pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan MTs di Jember jadi perhatian Pemerintah Kabupaten Jember dengan menyediakan genset di setiap sekolah yang menyelenggarakan UNBK, hari ini.

Selain itu melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Jember juga telah melakukan koordinasi dengan PLN dan Telkom agar pelaksanaan UNBK lancar.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, UNBK hari ini diikuti sebanyak 560 lembaga setingkat SMP, baik negeri maupun swasta dan juga MTs, total ada 35.154 siswa yang mengikuti UNBK.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo. Foto: Kusbandono.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti adanya pemadaman maupun koneksi internet terputus, kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, yakni PLN dan Telkom,” kata Edy kepada wartawan, Senin (22/4/2019).

Edy juga menyampaikan, meskipun koordinasi dengan pihak PLN telah dilakukan, pihaknya juga mengantisipasi dengan menyiapkan beberapa genset dengan kapasitas 50 MW, serta Uninterruptible Power Supply (UPS) di setiap komputer yang digunakan untuk UNBK.

“Meski sudah koordinasi dengan PLN agar tidak ada pemadaman selama pelaksanaan UNBK, kami juga sudah menyiapkan UPS dan genset, sehingga ketika terjadi pemadaman, tidak akan terganggu. Karena begitu padam, UPS masih menyimpan daya dan 2 menit genset juga sudah bisa menyala, jadi tidak sampai terganggu,” terangnya.

Edy tidak memungkiri, bahwa di Jember sendiri tidak semua SMP memiliki sarana UNBK yang memadai, sehingga Diknas membagi dengan tiga kategori, yaitu mandiri, bergabung dan menumpang.

“Memang tidak semua lembaga memiliki sarana untuk menggelar UNBK, tapi untuk di Jember kami bagi menjadi tiga kategori, di antaranya Mandiri, yaitu sekolah memiliki sarana yang sudah layak dan siap menggelar UNBK. Untuk kategori Mandiri ada 50 lembaga, sedangkan sisanya bergabung dan menumpang, untuk yang bergabung pelaksanaan UNBK bisa dibagi sampai menjadi 3 sesi,” jelasnya.

Edy menambahkan, selain pelaksanaan UNBK untuk tingkat SMP, dalam melakukan monitoring di hari pertama UNBK ini, pihaknya juga melakukan monitoring lembaga tingkat SD yang juga melakukan Ujian Bertaraf International (UBI), untuk tingkat SD dan MI, ada 38.677 siswa yang mengikuti UBI.

“Untuk SD maupun MI juga dipastikan tidak ada kendala, karena mereka masih menggunakan ujian berbasis paper, dan soal-soal ujian juga sudah tiba sejak Jumat kemarin. Tadi pagi didistribusikan ke masing-masing sekolah,” pungkasnya.

Lihat juga...