hut

Semarakkan Pemilu, Petugas KPPS di Yogyakarta Berdandan Layaknya Tokoh Wayang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Setiap penyelenggaraan Pemilu selalu saja ada Tempat Pemungutan Suara yang menggunakan atribut berbeda sehingga terlihat unik dan tak biasa. Seperti terlihat di TPS 13 kampung Ponggalan RW 7 Giwangan Umbulharjo Yogyakarta.

Ketua KPPS 13 Giwangan, Sadiman. Foto: Jatmika H Kusmargana

Di TPS ini para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) nampak menggunakan atribut wayang golek atau wayang orang. Selain memakai baju khusus pertunjukan wayang, sejumlah petugas KPPS bahkan nampak menggunakan topeng buto atau raksasa.

Tak hanya itu, sebelum proses Pemungutan Suara dimulai pukul 07.00 WIB para petugas KPPS ini juga melakukan pawai keliling kampung. Mereka berjoget dan bernyanyi bersama untuk mengajak warga berbondong-bondong menuju TPS dan mengunakan hak suara masing-masing.

Ketua KPPS 13 Giwangan, Sadiman mengaku memilih wayang sebagai atribut dalam proses pencoblosan sebagai upaya untuk mengingatkan generasi muda agar tetap peduli dan senantiasa melestarikan kesenian kampung Ponggalan.

Selain itu, pemakaian atribut wayang ini juga ditujukan untuk menarik simpati seluruh warga agar mau datang ke TPS dan menyukseskan Pemilu 2019.

“Ya untuk nguri-uri budaya. Karena sekarang banyak anak-anak muda yang sudah melupakan kesenian wayang. Selain juga untuk mengajak warga agar mau datang ke TPS,” katanya Rabu (17/04/2019).

Sementara itu salah seorang warga, Hartini dari RT 21 mengaku antusias menyambut pelaksanaan Pemilu 2019 ini. Ia juga mengapresiasi upaya petugas KPPS yang rela berdandan ala wayang demi menyukseskan proses pemungutan suara di kampungnya.

“Ya bagus. Untuk menyemarakkan Pemilu. Ini sudah kali kedua TPS disini pakai atribut lain dari biasanya. Kalau dulu itu pakai pakaian jawa, sekarang wayang. Ya mudah-mudahan dengan adanya pemilu ini keadaan bangsa dan negara bisa lebih baik dan semakin maju,” katanya.

Lihat juga...