SHU KSU Derami di 2018 Membaik

Editor: Mahadeva

PADANG – Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami) Padang, di 2018 berada di kondisi terbaiknya.

Ketua KSU Derami Padang Sayu Putu Ratniati/Foto: M. Noli Hendra

Berdasarkan catatan pembukuan yang dilaporkan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT), tidak menyisakan pembukuan minus. Ketua KSU Derami Padang, Sumatera Barat, Sayu Putu Ratniati, Sisa Hasil Usaha (SHU) 2018 mencapai Rp37 juta.

Jika dilihat kondisi di 2017 lalu, SHU KSU Derami memiliki hutang Rp70 juta. Artinya, ada separuh hutang yang telah diselesaikan KSU di 2018. “Memang kita minus SHU-nya. Tapi sebenarnya kondisi ini mulai membaik, dari minus Rp70 juta menjadi Rp37 juta. Nah, untuk 2019 ini, kita tergatkan lagi tidak ada minus. Jika bisa ada angka keuntungan di pembukuan SHU,” tandas Ayu, Senin (29/4/2019).

Catatan minus di SHU,  sebenarnya adalah kabar yang tidak baik bagi sebuah koperasi. Minus berarti koperasi memiliki hutang. SHU, sejatinya merupakan keuntungan, yang dapat dimanfaatkan oleh anggota. Tapi di KSU Derami, untuk menyelesaikan minus saja, butuh perjuangan.

Selama ini, KSU Derami telah berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat, supaya bisa dengan jujur membayarkan pinjaman modal usaha yang diterima melalui Tabur Puja. Namun, dikarenakan pinjaman modal usaha diprioritaskan kepada keluarga kurang mampu, manajemen agak sulit untuk bersikap tegas.

“Soal tunggakan kredit jelas ada, namanya kita membantu keluarga kurang mampu. Hasil RAT 2018 tunggakan kredit KSU Derami ada di angka di bawah 4 persen dari modal Rp3 miliar, artinya ada ratusan juta lagi yang belum kembali ke koperasi. Nah, kalau sudah begini, bagaimana bisa memiliki SHU yang menggembirakan,” ucapnya.

Diklaimnya, KSU Derami telah melakukan upaya pengiritan pengeluarahan. Seperti, mengurangi biaya-biaya yang bersifat kebutuhan koperasi, namun belum terlihat dampaknya. “Biasanya kita itu ada jalan-jalan di akhir tahun, sekarang mana bisa lagi, pakai uang dari mana. Tapi kalau ada Posdaya yang mau pakai uang pribadi, oke juga. Tapi kalau pakai uang koperasi, kita tidak punya lagi. Bukannya pelit, tapi memang tidak ada lagi uang yang bisa dibelanjakan,” jelasnya.

Ayu melihat, semenjak adanya kepengurusan yang baru, KSU Derami berangsur membaik. Kepengurusan KSU Derami memiliki masa tugas tiga tahun. Diharapkan, persoalan SHU bisa lebih baik, dan NPL-pun bisa mencapai nol persen.

Dengan kondisi perekonomian beberapa anggota yang semakin membaik, diperkirakan harapan itu bakal terwujud. “Sekarang pinjaman anggota yang mencapai Rp5 juta cukup banyak, begitu pinjaman antara Rp4 juta hingga Rp3 juta, apalagi pinjaman awal Rp2 juta. Jadi dengan demikian kondisi koperasi di 2019 bakal berjalan, dengan menghasilkan harapan bahwa KSU Derami bakal mendapatkan respon positif,” sebutnya.

Dengan kondisi tersebut, KSU Derami berharap dukungan dan kerjasama, mulai dari pengurus dan jajaran Tabur Puja serta 33 Posdaya yang ada di Padang. Diharapkan semuanya, saling mendorong untuk membawa KSU Derami ke kondisi yang lebih baik. “Hal yang dilakukan itu pengiritan dan kerjasama, untuk membangun KSU Derami. Di 2019, menurut saya momen yang bagus, dan perlu untuk fokus dalam mengelolah keuangan,” tegasnya.

Lihat juga...