hut

SHU Minus Hambat Program Kerja KSU Derami Padang

Editor: Koko Triarko

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatra Barat, tidak berdaya untuk menjalankan rencana program kerja yang telah dirancang pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan banyaknya kegiatan lain yang membutuhkan waktu khusus dan anggaran.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, sebelumnya jajaran pengurus telah merancang sejumlah program kerja yang sedianya akan dilaksanakan pada 2019 ini. Seperti pelatihan untuk guru PAUD sebagai bentuk menerapkan pilar pendidikan, khitanan massal bagi keluarga kurang mampu yang berhubungan dengan pilar kesehatan, dan beberapa rencana kerja lainnya.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati/ Foto: M. Noli Hendra

Rencana kerja tersebut diterapkan, setelah melihat kondisi di lapangan, yang dinilai perlu adanya evaluasi. Sebut saja untuk para guru PAUD, kini era pendidikan, di mana anak-anak jenjang pendidikan dimulai dari PAUD. Supaya bisa mendidik anak dengan baik, maka dibutuhkan guru yang memiliki kualitas kerja yang bagus. Untuk itu, memberikan pelatihan kepada guru PAUD adalah cara yang tepat.

Selain itu, PAUD merupakan janjang pendidikan yang menentukan arah pola pikir kecerdasan anak-anak dalam mengenali dunia pendidikan. Banyak hal-hal baru yang dikenali para anak usia dini. Dikarenakan menghadapi anak-anak, maka dibutuhkan cara menghadapi anak-anak, supaya mau belajar di PAUD.

Juga perlu karena PAUD merupakan pendidikan jangka panjang. Setiap ada anak-anak yang memasuki usia yang sudah aktif, maka PAUD adalah pilihan tempat yang pas. Maka, pendidikan PAUD disebut dengan pendidikan jangka panjang, yang akan terus ada.

Begitu juga untuk rencana kerja khitanan massal untuk keluarga kurang mampu. KSU Derami Padang melihat, ada keluarga kurang mampu yang kesulitan biaya dalam menunaikan kewajiban untuk khitanan anak laki-lakinya. Hal ini dinilai perlu dibantu, terutama bagi anggota koperasi.

“Sebenarnya saya bingung ini, mau menjalankan rencana kerja apa lagi? Jika mau memiliki program kerja, tentu butuh biaya. Nah, sekarang pada tahun ini belum kita pikirkan itu lagi, karena harus fokus untuk pindah kantor dan SHU minus pula,” katanya, Kamis (25/4/2019).

Menurutnya, kegiatan sosial yang berhubungan dengan pilar kesehatan, yakni khitanan massal, bila terwujud di tahun ini, maka bisa dikatakan sebuah kegiatan perdana yang dilakukan sejak berdirinya KSU Derami Padang yang menjadi mitra Yayasan Damandiri di Padang.

Tetapi, kegiatan yang bertujuan dapat meringankan keluarga kurang mampu dalam menunaikan kewajiban orang tua terhadap anak, yang bertujuan untuk menjadi muslim, belum bisa terwujud.

Karena persoalan adanya keluarga kurang mampu yang terkendala menjalankan kewajiban itu, tidak dapat dipungkiri. Bahkan, para orang tua sangat membutuhkan informasi tentang kegiatan khitanan massal tersebut.

Ayu mengaku sangat menginginkan ada kegiatan-kegiatan yang tidak hanya terfokus melalui Tabur Puja dan Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya). Tetapi, sejumlah rencana kerja harus urung dilakukan, karena persoalan tidak adanya dukungan dana.

Ia melihat, meskipun secara kondisi tahun ini KSU Derami belum sanggup melaksanakan sejumlah rencana kerja itu, setidaknya dapat memotivasi pengurus bersama Tabur Puja untuk bekerja lebih baik lagi, dengan harapan pada 2020 mendatang apa yang telah dirancang dapat terwujud.

Lihat juga...