Silaturahmi ke Majlis Al Ihya, Tutut Soeharto Diburu Jamaah untuk Swafoto

Editor: Mahadeva

BOGOR – Kehangatan silaturahmi pada kajian subuh di Majlis Al Ihya Bogor, sangat berkesan dengan kehadiran Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto. 

Momen indah itu terlukis pada Minggu (14/4/2019) pagi, dengan sambutan antusias ratusan jamaah yang telah menunggu kehadiran Putri sulung Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto tersebut. Dengan menggenakan gamis hitam berpadu warna biru dilengan, dan balutan hijab warna senada bermotif bunga coklat muda, Tutut Soeharto terlihat begitu elegan.

Penampilan Putri Cendana tersebut menaburkan kekaguman jamaah yang hadir. Terkhusus ibu-ibu yang berebut mengabadikan momen tersebut ke dalam telepon selulernya.  Dengan senyum ramah yang tidak henti ditebar, Tutut Soeharto menyapa jamaah. “Assalamuallaikum, ibu-ibu dan bapak-bapak. Alhamdulillah atas izin Allah SWT, saya bisa silaturahmi di sini untuk menimba ilmu agama bersama-sama,” kata Tutut Soeharto disambut ucapan salam dari para jamaah.

Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) memperkenalkan cuculnya yaitu Farel pada jamaah  kajian subuh Majlis Al Ihya, Pondok Pesantren Al Hanif, di Pasir Jaya, Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/4/2019). Foto; Istimewa

Dalam silaturahmi tersebut, Tutut Soeharto memperkenalkan adiknya, Siti Hutami Endang Adingsih (Mamiek Soeharto) dan putrinya, Danty Rukmana, serta kedua cucunya. “Perkenalkan, ini Mamiek, adik saya. Ini, Danty, anak saya dan cucu saya, yaitu Farel dan Athar,” tambah Tutut Soeharto, disambut antusias jamaah.

Atas kerindoannya, Tutut Soeharto memohon doa agar Farel dan Athar yang merupakan siswa SMA tersebut, menjadi anak yang soleh, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.  “Farel dan Athar ini cicitnya Pak Harto. Mohon doanya agar mereka menjadi anak yang selalu mensyukuri nikmat Allah SWT. Jadi anak yang selalu dibanggakan keluarga. Amin,” kata perempuan energik berusia 70 tahun, tersebut.

Para jamaah yang hadir menjawab dengan penuh doa. “Amin, Ibu. Doa terbaik kami untuk keluarga Ibu Tutut Soeharto. Amin Yab Rabb,” ujar warga.

Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) berfoto dengan jamaah  kajian subuh Majlis Al Ihya, Pondok Pesantren Al Hanif, di Pasir Jaya, Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/4/2019). Foto; Istimewa

Usai saling sapa, keharmonisan kembali diukir dalam telepon seluler para jamaah. Satu persatu, ibu-ibu mengantri untuk berfoto dengan Tutut Soeharto. “Alhamdulillah saya foto dengan Ibu Tutut. Senyum Beliau, persis mediang Ibu Tien Soeharto, dan sangat ramah. Sonona (kangen) saya terobati ini,” kata seorang jamaah.

Usai saling selfie, tiba saatnya foto bersama jamaah. Tutut Soeharto dan Mamiek Soeharto menjadi magnet serbuan ibu-ibu dengan gaya mereka torehkan. Kedua putri Cendana terus menebar senyum, membaluti momen kebahagian ibu-ibu usai kajian rutin subuh Majlis Al Ihya di area Pondok Pesantren Al Hanif, Pasir Jaya, Bogor Barat.

Momen kebersamaan dengan Keluarga  Cendana, itu menjadi kenangan yang tak hanya disimpan dalam telepon seluler. Tetapi juga di dalam lubuk hati mereka. “Berkesan sekali ya. Ada foto kenangan, bisa saling sapa dan dapat ilmu atas sambutan Ibu Tutut, pentingnya membangun ahlak dan menjaga persatuan bangsa,” ujar seorang ibu.

Lihat juga...