Siswa di Kulon Progo Ujian hingga Pukul Empat

Editor: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Para siswa setingkat SMP/MTs di seluruh wilayah Nusantara secara serentak mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama pada Senin (22/4/2019) hari ini. Pada hari pertama ujian ini siswa mengikuti ujian untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Di wilayah Kulon Progo Yogyakarta, pelaksanaan UNBK hari pertama relatif berjalan lancar. Meski begitu tak sedikit siswa yang harus mengikuti ujian secara bergantian karena minimnya sarana komputer yang tersedia.

Bahkan sejumlah siswa diketahui harus mengikuti ujian dan baru pulang pukul 16.00 WIB karena mendapat jatah sesi ujian terakhir.

Seperti terlihat di SMP Negeri 3 Wates Kulon Progo Yogyakarta. Di sekolah ini tercatat ada sebanyak 125 siswa menjadi peserta UNBK.

Seluruh siswa mengerjakan ujian dalam 2 ruang komputer yang tersedia. Sehingga pelaksanaan ujian pun harus dibagi dalam tiga sesi pelaksanaan. Yakni pagi hari, siang hari dan sore hari.

Kepala Sekolah SMPN 3 Wates, Agus Sutik, menyebut, pihak sekolah hanya memiliki sekitar 42 unit komputer. Sehingga pelaksanaan ujian hanya dapat digelar di dua ruang, yang masing-masing menampung 20-20 siswa peserta UNBK. Untuk mengakomodir seluruh peserta maka ujian harus dibagi dalam 3 sesi.

Agus Sutik, Panitia UNBK, Kepala Sekolah SMPN 3 Wates Kulon Progo Yogyakarta – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Jadi sesi pertama siswa ujian pukul 7.30 -9.30 WIB. Sesi kedua pukul 10.30-12.30 WIB dan sesi ketiga pukul 14.16 WIB. Sehingga siswa yang ikut ujian sesi terakhir masuk sore dan pulang sore,” katanya, Senin (22/4/2019).

Meski dilaksanakan hingga sore hari, Agus yakin hal itu tidak akan mengganggu konsentrasi maupun kesiapan siswa. Pasalnya pihak sekolah mengaku sudah mensosialisasikan hal itu sejak jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan ujian.

Meskipun ia sendiri mengakui, idealnya pelaksanaan UNBK digelar dalam dua sesi sehingga tidak ada siswa yang ujian hingga sore hari.

“Tapi kita bersyukur bisa melaksanakan UNBK di sekolah sendiri. Karena dua tahun lalu seluruh siswa disini terpaksa mengikuti UNBK dengan menumpang ke sekolah lain di tingkat SMK, karena belum memiliki cukup komputer. Untuk tahun 2019 ini kita sudah dua kali melaksanakan UNBK secara mandiri,” katanya.

Untuk mendukung pelaksanaan UNBK secara nasional, pihak sekolah sendiri sejak dua tahun terakhir fokus melakukan upaya pengadaan komputer. Selain memanfaatkan bantuan dari Dinas Pendidikan, pihak sekolah juga melakukan pengadaan komputer mandiri dengan memanfaatkan dana BOS.

“Saat ini kita sedang berusaha menambah fasilitas komputer. Karena kami masih membutuhkan sedikitnya 25 unit komputer untuk bisa menggelar UNBK dalam 2 sesi,” ungkapnya.

Selain menyiapkan komputer, SMPN 3 Wates Kulon Progo juga mengaku sudah menyewa genset sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik. Sementara untuk persiapan siswa sendiri, pihak sekolah bersama dinas pendidikan sudah melakukan sejumlah pelatihan UNBK sebanyak 6 kali. Serta 2 kali simulasi UNBK.

“Alhamdulillah hari pertama ini berjalan lancar. Tidak ada kendala sama sekali. Seluruh siswa juga masuk mengikuti ujian tidak ada yang izin atau sakit,” pungkasnya.

Lihat juga...